benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Nunukan melakukan pendataan terhadap anak yatim-piatu akibat Covid-19.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nunukan, Jabbar mengatakan saat ini terdapat 22 anak yatim piatu di Kabupaten Nunukan.
Berdasarkan surat edaran (SE) kementerian sosial, meminta semua pemerintah kabupaten/kota se Indonesia melakukan pendataan terhadap masyarakat yang orang tuanya meninggal dikarenakan Covid-19.
“Untuk saat ini kami belum tahu apa tindak lanjutnya, karena yang ada hanya SE pendataan,” kata Jabbar, Senin (30/8/2021).
Lanjut dia yang masuk pendataan ini adalah anak-anak yang masih berusia di bawah 17 tahun yang termasuk yatim dan piatu.
“Kami juga saat ini belum tau apa bentuk bantuannya, apakah bentuk insentif atau di sekolah dan mendapatkan beasiswa kami belum tahu,” jelasnya.
Ditambahkan Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid, saat ini masih tahap pendataan karena belum mendapatkan juknisnya.
“Kita hanya diminta data yatim dan piatu orang tuanya meninggal karena Covid-19, namun kita belum tahu apa dari juknisnya, saat ini hanya menunggu,” terangnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Nicky Saputra







