oleh

Pengerjaan Pipa Embung Indulung ke IPA Kampung Satu Hampir Rampung

PDAM : Pelayanan Air di Sekitar Embung Kampung Satu Dapat Kembali Normal.

benuanta.co.id, TARAKAN –  Wacana pembuatan dan pemasangan pipa Embung Indulung menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kampung Satu, dipastikan selesai.

Kepala Bagian (Kabag) Umum Perusahaam Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam Kota Tarakan, Muhammad Jufri, ST mengatakan, proses pipanisasi dari Embung Indulung hanya tinggal kurang lebih hampir 100 meter untuk sampai di IPA Kampung Satu.

Baca Juga :  Dinas Pangan Ambil Sampel Pengawasan Tiga Bulan Sekali

“Jadi prosesnya sekarang tinggal 100 meteran lah baru bisa tiba di IPA Kampung Satu,” ujar Muhammad Jufri  kepada benuanta.co.id, Kamis (26/8/2021) kemarin.

Jika rencana ini rampung, kata Jufri, maka permasalahan pelayanan air untuk warga di sekitaran Embung Kampung Satu akan terlayani dengan baik. Proses pendistrian air baku Embung Kampung Satu juga akan dibantu oleh Embung Indulung.

“InsyaAllah untuk daerah yang dilayani oleh IPA Kampung Satu seperti Markoni, Ladang, Kampung Satu, Mamburungan, Pantai Amal bahkan sampai belakang BRI (Selumit Pantai) itu bisa kita layani kembali normal,” katanya.

Baca Juga :  Tingkatkan Pelayanan Peserta, BPJS Kesehatan Lakukan Rekredensialing FKTP

Untuk target penyelesaian, PDAM Tirta Alam juga belum dapat menargetkan kapan wacana ini akan selesai. Sebab, Jufri menegaskan proses dalam pipanisasi digarap langsung oleh kontraktor di bawah naungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan 5.

“Ini (pengerjaan) kontraktornya lagi ada di bawah BWS, jadi kita menunggu kapan penyelesaiannya. Begitu selesai kita minta commisioning test dan segera dialirkan,” tegas Jufri.

Baca Juga :  Siklon Nyatoh Masih Terasa, Berimbas ke Hujan Guyur Wilayah Kaltara

Embung Indulung saat ini juga belum memiliki sambungan listrik. Meski begitu, Jufri menyebut nantinya akan menggunakan genset dan bahan bakar solar untuk bisa menyalurkan ke Embung Binalatung Kampung Satu.

“Dana itu langsung Balai Wilayah Sungai Kalimantan 5, tapi cukup besar hingga puluhan miliar,” tandas Jufri. (*)

Reporter : Endah Agustina

Editor : Yogi Wibawa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *