oleh

DPRD Kaltara Dorong Pemprov dan Forkopimda Atasi Kekosongan Kantong Plasma Darah Konvalesen

benuanta.co.id, TARAKAN – Menerima laporan kekosongan kantong darah plasma konvalesen (PK) sejak 17 Agustus 2021 lalu. Komisi IV DPRD Kaltara meninjau kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tarakan.

Pasalnya, kekosongan tersebut memicu proses pengambilan PK sebagai pengobatan alternatif penyembuhan pasien Covid-19 di Kaltara, khususnya di Tarakan menjadi terkendala.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltara, Markus Sakke, S.Ip bersama anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Syamsuddin Arfah saat meninjau laboratorium PMI Tarakan pun menerima keluhan kekosongan kantong darah plasma konvalesen (PK) itu akibat harus dipasok dari luar negeri.

Baca Juga :  Pemprov dan BI Kaltara Bersinergi Dorong Pelaku UMKM Melek Digital

“Kunjungan kami dalam rangka merespon keluhan masyarakat dan PMI Kota Tarakan terkait kosongnya kantong plasma darah konvalesen. Banyak kendalanya, di mana plasma darah konvalesen tidak dapat menggunakan kantong darah biasa dan harus dipesan di Jerman,” ungkap Markus Sakke kepada benuanta.co.id, Kamis (26/8/2021).

Kondisi ini dinilai Markus sangat memprihatikan, lantaran darah yang bersumber dari orang penyintas Covid-19 sangat dibutuhkan oleh pasien Corona dalam proses pemulihan.

“Tidak hanya PMI, semua rumah sakit yang ada di Kaltara pun alami kendala. Banyak para penyintas Covid-19 yang ingin donor darah tapi tidak ada kantong darahnya,” katanya.

Baca Juga :  Dari Sektor Migas Kaltara Berpotensi Raup PAD 400 Miliar Melalui PI 10%

Menurut Markus, pemesanan kantong plasma darah konvalesen itu memerlukan vendor di Jakarta untuk mendatangkan dari Jerman dan hal itu yang juga menjadi kendalanya.

Penanganan plasma darah konvalesen juga membutuhkan alat khusus yakni Plasma Perisis. Kabarnya RSUD Tarakan saat ini bakal melakukan pembelian alat tersebut.

Saat kunjungan tersebut, Komisi IV DPRD Kaltara juga menerima informasi bahwa pengiriman plasma darah konvalesen juga terkendala oleh maskapai penerbangan umum, karena tidak mendapat rekomendasi oleh pihak karantina.

“Kendala di penerbangan juga ini. Beberapa kali ini dari Lanud Anang Busra dan Danlantamal XIII yang membantu pengiriman plasma darah konvalesen. Kalau maskapai penerbangan umum tidak mendapat rekomendasi dari karantina karena khawatir masih terdapat Covid-19,” imbuh Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltara itu.

Baca Juga :  Motivasi Guru SMA 1 Sebuku, Wagub Kaltara Minta Kepsek Segera Usulkan Kebutuhan Sekolah

Pihaknya mendorong Gubernur Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, SH.,M.Hum bersama unsur Forkopimda Kaltara mencarikan solusi terbaik untuk pemenuhan kantong dan plasma darah konvalesen.

“Kami sudah menyampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltara dan mereka katanya sedang mengupayakan itu,” tandasnya. (*)

 

Reporter : Kristianto Triwibowo

Editor : Yogi Wibawa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *