oleh

Kemenag KTT Sosialisasikan KMA 660 Tentang Pembatalan Berangkat Haji

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Kementerian Agama Kabupaten Tana Tidung (KTT) menggelar sosialisasi terkait keputusan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), yang mengeluarkan surat Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah haji tahun 2021.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung pendopo Djaparuddin tersebut, turut dihadiri Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kaltara Drs. H. Saifi, M.Pd, para Asisten, Kepala OPD, Kepala Kemenag KTT Said Masput, beserta para Calon Jemaah Haji (CJH) dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dari KTT.

Kepala Kemenag KTT Said Masput mengatakan, bahwa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah ini merupakan upaya memberikan perlindungan kepada masyarakat dari virus Corona yang masih belum berakhir.

“Saya paham dibalik keputusan ini pasti ada masyarakat yang kecewa karena batal berangkat haji tahun ini. Untuk itu saya minta kepada calon jemaah haji untuk bersabar dan ikhlas menerima keputusan ini,” ungkap Kepala Kemenag KTT Said Masput, Rabu (18/8/2021).

Baca Juga :  BKPSDM KTT Targetkan Tes CPNS Berikutnya Bisa Mandiri

Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui serta memahami secara utuh keputusan pembatalan pemberangkatan haji tahun ini. Sekaligus menepis pemahaman-pemahaman menyimpang dari hoaks yang beredar.

Lebih lanjut, Said menjelaskan keluarnya KMA tersebut tentu melalui kajian dan pertimbangan yang komprehensif dengan melibatkan seluruh stakeholder yang ada.

Di kesempatan yang sama, Bupati Ibrahim Ali menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya lantaran keberangkatan ibadah haji tahun 2021 harus dibatalkan.

“Kami sangat menyadari bahwa keinginan bapak ibu untuk menunaikan rukun Islam kelima sangat besar, dan bahkan telah menanti dalam jangka waktu yang sangat panjang. Namun mempertimbangkan kesehatan, keselamatan dan keamanan bapak ibu adalah prioritas utama. Maka pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jamaah haji pada tahun ini” ujar Bupati Ibrahim Ali.

Baca Juga :  Kebutuhan Operasi, KTT Targetkan Bank Darah Rampung pada Desember 2021

Meski begitu, Bupati Ibrahim Ali menuturkan bahwa dalam ajaran Islam, menjaga jiwa merupakan satu dari lima Maqoshid syari’ah yang harus dijadikan sebagai dasar dalam penetapan hukum atau kebijakan pemerintah. Hal ini juga yang menjadi salah satu pertimbangan dalam penetapan kebijakan tersebut, sehingga diharapkan akan terwujud kemaslahatan bagi masyarakat, khususnya masyarakat KTT.

Di sisi lain, kebijakan pembatalan ini tentu menimbulkan dampak di berbagai aspek. Terlebih kepada para jemaah haji KTT baik yang sudah melunasi biaya keberangkatan haji maupun yang belum, untuk itu Ibrahim Ali berharap meminta masyarakat untuk bersabar dan saat ini pemerintah juga terus mengupayakan solusi terbaik bagi permasalahan ini.

Di samping itu, dalam lampiran KMA juga disebutkan regulasi lain yang akan dilaksanakan. Seperti rencana pemberangkatan jamaah haji pada tahun 2022, serta kebijakan lain yang terkait seperti pengembalian biaya, pasport dan lainnya.

Baca Juga :  Pemkab KTT Wacanakan Perusahaan Swasta Berikan CSR Berupa Beasiswa Pendidikan

Oleh sebab itu, ia meminta Kemenag KTT yang bertugas melayani pengembalian atau dana tersebut didaftarkan pada tahun berikutnya untuk memberikan pelayanan terbaik dan menghindari kekeliruan atau kelalaian yang berpotensi merugikan para jamaah haji.

“Kepada KBIH dan Ormas keagamaan yang hadir, saya mohon bantuannya untuk meredam gejolak yang muncul di masyarakat atas terbitnya kebijakan ini. Saya harap bapak ibu mampu memberikan penjelasan serta edukasi kepada masyarakat mengenai pembatalan keberangkatan jamaah haji beserta regulasi lain,” imbuhnya.

“Berikan penjelasan yang profesional dan tidak memihak. Jangan termakan hoaks yang dapat memperkeruh keadaan, dan utamakan tabayun dengan Kemenag KTT jika ada informasi yang dirasa tidak benar dan bertentangan dengan aturan yang berlaku” tutupnya.(*)

Editor : Yogi Wibawa/Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *