oleh

DPRD Kaltara Bakal Minta Penjelasan Dinkes dan RS Terkait Tarif PCR

benuanta.co.id, TARAKAN – Anggota Komisi IV DPRD Kaltara ingin meninjau lebih jelas persoalan penurunan harga PCR dan ketersediaannya untuk masyarakat Kaltara yang sering menjadi keluhan masyarakat.

Dijelaskan, Khaeruddin Arief Hidayat, SE., M.Si dirinya prihatin terhadap ketersediaan PCR dan persyaratannya yang tak sedikit masyarakat keluhkan padanya.

“Masyarakat kan mendukung upaya protokol kesehatan melalui pemeriksaan PCR itu, maka itu harusnya pelayanannya lebih terjangkau lagi. Banyak itu masyarakat menyampaikan kendala PCR nya saat ingin berpergian ketika ada Keluarga meninggal, wisuda anak dan masih banyak lagi, ditambah sebelumnya harga PCR masih tinggi,” ungkapnya kepada benuanta.co.id pada Rabu, 18 Agustus 2021.

Baca Juga :  Soal Ganti Rugi Lahan Bandara Juwata Tarakan, DPRD Minta Pemprov Kaltara Segera Fasilitasi

Mengenai harga, dirinya pun soroti perbedaan harga PCR yang jauh lebih rendah di Negara India sebesar 95 ribu rupiah. Sehingga pihaknya menekankan agar pemerintah dan rumah sakit harus merincikan secara jelas penetapan harga tersebut.

Guna menindaklanjutinya sebagai kewenangan Komisi IV yang membidangi kesehatan, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu bakal meninjau secara langsung ke pemerintah dan pihak rumah sakit.

Baca Juga :  Kunjungan Dapil bagi Anggota DPRD, Bapemperda DPRD Kaltara: Beda dengan Reses

“Kami akan membahas terkait ketersediaan dan harga PCR ke Dinkes Provinsi Kaltara dan RSUD Tarakan. Kami meminta uraian datanya agar kedepan dapat kita carikan solusi terbaik bagi pelayanan masyarakat di masa pandemi ini,” beber dia.

Diketahui, persoalan harga PCR kini ditetapkan penurunan oleh Kemenkes. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Nomor HK.02.02/I/2845/2021 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan PCR pada Senin, 16 Agustus 2021. Tertuju langsung kepada Kepala Dinas Kesehatan di setiap daerah dan Direktur rumah sakit.

Baca Juga :  DPRD Kaltara Bakal Sosialisasi Wawasan Kebangsaan

Pun, Direktur RSUD Tarakan Provinsi Kaltara dr. Franky Sientoro memastikan pihaknya telah melaksanakan kebijakan Kemenkes tersebut mulai pagi tadi.

“Harga PCR per hari ini sebesar 525.000 rupiah. Pemeriksaan berangsur selama 1 x 24 jam, ya berkisar 6 sampai 8 jam saja. Kemampuan kita sebanyak 160 PCR per hari. PCR di data langsung oleh tenaga kesehatan agar menghindari pemalsuan PCR,” imbuhnya.(*)

Reporter : Kristianto Triwibowo

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *