HUT RI Ke-76, Keluarga Mendiang Peraih Bintang Jalasena Nararya Berziarah Ke TMP Dwikora

benuanta.co.id, TARAKAN – Perayaan HUT Kemerdekaan RI Ke-76, dimanfaatkan Sudi Wasono (50) dan keluarga untuk berziarah ke makam ayahnya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Dwikora pada Selasa, 17 Agustus 2021.

Sudi Wasono dan keluarga kehilangan sosok ayah mereka yang bernama Sersan Mayor (Purn) Sudiono yang tutup usia pada 13 Agustus 2021 atau 4 hari sebelum HUT Kemerdekaan RI ke-76 diusia 82 tahun.

Sersan Mayor (Purn) Sudiono menuai penghormatan dari negara sehingga jenazahnya disemayamkan di TMP Dwikora, layaknya para pejuang yang beristirahat terkahir. Apalagi, tercatat Sudiono mendapatkan tanda kehormatan Bintang Jalasena Nararya oleh Presiden Soeharto pada 16 Oktober 1993 yang memiliki arti menunjukkan kesetiaan tanpa cacat selama mengabdi di matra laut tersebut.

Baca Juga :  Harga Telur di Pasar Gusher Tarakan Naik Bertahap Jelang Imlek dan Ramadan

“Bapak saya dulu tugasnya di pos-pos perbatasan Indonesia-Malaysia seperti di Nunukan, Tanah Merah dan beberapa teritorial lainnya. Almarhum juga sempat terlibat dalam Konfrontasi Indonesia-Malaysia saat itu,” sambung pria yang mengabdi sebagai perangkat Kecamatan Tana Lia KTT itu.

Kehadirannya di TMP Dwikora itu untuk menghaturkan Do’a bagi mendiang prajurit TNI Angkatan Laut yang telah pensiun pada tahun 1988 silam, agar tenang di Sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Kita yang tinggal menikmati kemerdekaan ini, tak putus-putusnya terus mengirimkan do’a bagi para pendahulu kita,” ujar anak keempat Sudiono pada benuanta.co.id.

Baca Juga :  Tokoh Agama dan Ormas Deklarasikan Kamtibmas Selama Ramadan di Tarakan

Dijelaskan Sudi Wasono secara singkat, sosok ayahnya memulai karir militernya pada tahun 1960 yang berhasil lulus pendidikan di salah satu institusi pendidikan TNI AL di Surabaya. Selepas pendidikan, Sersan Mayor (Purn) Sudiono itu ditugaskan pada Kapal Republik Indonesia (KRI) Sura sebagai petugas permesinan kapal.

Selanjutnya, ayah 6 anak itu melanjutkan pengabdiannya di Ba Sional Tarakan atau setingkat Pangkalan TNI AL (Lanal) Tarakan di masa itu.

Sudi Wasono menceritakan, memori ingatannya masih terasa di momen 17 Agustus tahun 1980an kala itu, dimana ayahnya telah memberikan contoh dan teladan untuk menghormati kemerdekaan bangsa.

Baca Juga :  Dinkes Tarakan Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah

“Dulu itu menjelang 17 Agustus pasti ada pawai obor dan renungan suci di TMP. Bapa saya dulu juga ikut, bahkan beliau sempat dipercayakan untuk menghidupkan Meriam pada momen itu,” kata dia pada Siang tadi.

Saat ini, generasi penerus dari Sersan Mayor (Purn) Sudiono itu tersebar di berbagai bidang perjuangan untuk menikmati kemerdekaan yang sudah diwariskan oleh pendahulu. Anak dan cucu dari Sugiono ada yang melanjutkan karirnya sebagai anggota Polri, TNI Angkatan Udara dan berbagai profesi lainnya.(*)

Reporter : Kristianto Triwibowo

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *