oleh

BPS Kaltara : Kepatuhan Terhadap Prokes Perlu Ditingkatkan 

benuanta.co.id, TARAKAN – Melalui survei secara daring yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara pada 13 hingga 20 Juli 2021, dinilai kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes) perlu ditingkatkan.

Kepala BPS Kaltara, Tina Wahyufitri, S.Si., M.Si BPS mengatakan, survei online perilaku masyarakat merupakan salah satu terobosan BPS untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19, melalui penyediaan informasi masyarakat terkini.

“Sebanyak 493 responden di Kaltara berpartisipasi secara daring, jumlah responden meningkat sebanyak dua kali lipat dibanding survey tahun sebelumnya,” ujar Tina.

Baca Juga :  Sempat Dituding Intoleransi, Kemenag Sebut Guru Agama SDN 051 Patuh Aturan

Dari 493 responden, Kabupaten Bulungan sebanyak 43,3 persen, Kota Tarakan 16,9 persen, Kabupaten Nunukan 16,3 persen, Kabupaten Malinau 12,9 persen, Kabupaten Tana Tidung 10,6 persen. Didominasi oleh responden dengan lulusan perguruan tinggi.

Dari jawaban responden, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap prokes secara umum masih perlu ditingkatkan, sebagian besar masyarakat di lingkungan sekitar responden juga masih jarang menerapkan prokes.

Baca Juga :  Penikaman di THM, Pelaku Sempat Cekik Wanita

“Prokes yang tidak dilakukan terutama dalam memakai 2 masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” terang Tina.

Selain itu, kesadaran masyarakat dalam mengikuti program vaksinasi sudah cukup baik, mayoritas responden menyadari pentingnya vaksin untuk pencegahan penularan Covid-19.

Alasan belum melakukan vaksinasi karena khawatir efek samping atau tidak percaya efektivitas vaksin, lalu alasan belum bisa mengikuti vaksin karena faktor kesehatan, dan masih mencari lokasi penyedia vaksin.

Baca Juga :  Daftar Khatib Jumat 26 November di Masjid Wilayah Tarakan

Dari hasil survei, responden menilai pemenuhan kebutuhan pokok, obat-obatan, vitamin, masker, hand sanitizer, dan pelayanan kesehatan masih relatif mudah, tetapi untuk pemenuhan alat kesehatan masih cukup sulit.

“Survei ini menggunakan metode non probability sampling yang disebarkan secara berantai, maka informasi yang dihasilkan tidak dapat mewakili seluruh masyarakat Kaltara, namun menggambarkan kondisi dan perilaku responden,” tutupnya. (*)

 

Reporter : Matthew Gregori Nusa

Editor : Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *