oleh

Tepis Isu Miring Terkait Korban Covid-19 Berjatuhan di Desa Long Sule

benuanta.co.id, MALINAU – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malinau menepis kabar terkait banyaknya korban berjatuhan akibat Covid-19 di Desa Long Sule, Kecamatan Kayan Hilir. Hal itu diterangkan langsung oleh Kadinkes Malinau, dr. John Felix Rundupadang pada Sabtu, 14 Agustus 2021.

“Kalau dikatakan banyak yang meninggal itu ada berapa banyak. Karena baru satu pasien saja yang meninggal di sana, dan itu pun karena memiliki penyakit bawaan yang berat,” kata John.

Lanjut John, saat ini yang banyak di Desa Long Sule ialah pasien reaktif Covid-19 yang jumlahnya mencapai puluhan orang.

Baca Juga :  Naik Pangkat, Polres Malinau Lepas 3 Perwira Berprestasinya

“Kalau terkonfirmasi reaktif Covid-19 ada 44 orang dan semuanya ditangani dengan baik oleh Tenaga Kesehatan (Nakes) yang ada di sana. Karena kita mengejar target kembali menjadi zona hijau,” pungkasnya.

Sedangkan untuk obat-obatan di Desa Long Sule, John mengaku hal itu tidak ada masalah. Meski mempersediakan obat-obatan di Desa Long Sule sedikit terkendala dengan transportasi yang harus menggunakan akses udara. Namun menurut John hal itu sudah tidak menjadi masalah lagi lantaran adanya kebijakan dari Bupati Malinau.

Baca Juga :  Si Jago Merah Hanguskan Sarang Walet dan Rumah Warga Desa Batu Lindung Malinau

“Yang berat itu kita harus carter pesawat disetiap penyuplaian obat, dan alat medis di sana. Karena bisa jadi biaya pengirimannya yang lebih besar,” kata John lagi.

“Tapi bupati kita sudah mengatakan jika diperlukan maka pesawat harus dicarter entah itu harus berapa kali carter. Asalkan pasien terkonfirmasi Covid-19 di Malinau dapat disehatkan kembali dan itu hal yang luar biasa bagi bupati kita,” tutupnya. (*)

Baca Juga :  Jari Pria Paruh Baya Nyaris Putus Akibat Cincin Batu Akik

Reporter  : Osarade

Editor : Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *