oleh

Operasional Listrik 12 Jam Pengaruhi Usaha Warga Tana Lia, Begini Penjelasan PLN

benuanta.co.id, KTT – Warga Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung (KTT) mengeluhkan listrik yang hanya beroperasi 12 jam dari PT PLN Persero UP3 Kalimantan Utara, belakangan ini.

Keluh – kesah warga Tana Lia terhadap listrik 12 jam tersebut bukan tak berdasar. Sebab, sebagian besar warga yang memiliki usaha dengan peggunaan listrik cukup merasakan imbasnya. Jam operasional listrik di Tana Lia saat ini beroperasi mulai pukul 6 sore hingga 6 pagi.

Seperti yang diungkapkan Ilham, salah seorang pemilik rumah burung walet (RBW) yang mengakui jam operasi listrik sangat berpengaruh terhadap RBW miliknya. Sebab, RBW miliknya tak memiliki banyak daya listrik untuk menghidupkan audio di dalam RBW agar burung walet tatap berada di dalam RBW.

“Banyak burung walet kami yang lari karena sudah tidak ada lagi suara di dalam (RBW). Memang kami pakai AKI (Akumulator) untuk hidupkan suara (audio) itu. Sebenarnya bisa juga kalau pakai genset (generator listrik) tapi kami tidak punya,” tandasnya.

Senada dengan Ilham, Nely seorang pengusaha jasa foto copy di Tana Lia juga mengeluhkan listrik yang hanya 12 jam padahal sebelumnya listrik di Tana Lia sudah sejak lama beroperasi 24 jam. Tidak stabilnya jam operasional listrik kurang lebih tiga bulan belakangan, cukup mempengaruhi usahanya.

Baca Juga :  HUT Korpri ke-50, Bupati KTT Minta ASN Transformasikan Diri

“Wajarlah kita ini mengeluh kalau pemadaman karena kita ini bukan penikmat listrik gratis. Apalagi listrik sempat turun naik waktu itu, sampai-sampai mesin printer saya rusak dan tentunya membutuhkan perbaikan. Listrik yang hanya nyala 12 jam begini tentu mempengaruhi usaha foto copy di sini,” paparnya.

Ia berharap jam operasional listrik ini dapat segera teratasi dan warga Tana Lia diberikan penjelasan agar tak menjadi informasi yang membias. “Warga seperti kami ini bisanya menunggu kepastian saja,” singkatnya.

Mengenai hal itu, Manager PT PLN (Persero) UP3 Kaltara, Suparje Wardiyono mengatakan saat ini terdapat gangguan pembangkit sewa PLTMG Taneko dan gangguan pembangkit PLN unit 4 di Tana Lia.

Saat ini PLN menggunakan pembangkit sewa PLMTG Taneko 260 kW yang berbahan bakar gas, dan sedang mengalami gangguan.

“Beban puncak siang sebesar 117 kW dan beban puncak malam sebesar 216 kW. Total daya mampu sebesar 260 kW,” ungkap Suparje.

Kerusakan mesin tersebut mengharuskan proses pemadaman bergilir di Tana Lia sebagai dampak gangguan mesin pembangkit PLN. Mengatasi gangguan tersebut, saat ini mesin unit 4 sedang dilakukan perbaikan dan penggantian generator dari proses instalasi dan pengujian Tim Pembangkit PLN, serta untuk PLTMG Taneko sedang proses perbaikan dan ujicoba operasi oleh Tim Pembangkit Sewa Taneko.

Baca Juga :  BKPSDM KTT Targetkan Tes CPNS Berikutnya Bisa Mandiri

“Untuk Tana Merah selain perbaikan mesin juga sedang diupayakan relokasi mesin dari unit lain,” ujar manager yang berdomisili di Tanjung Selor dengan wilayah kerja Tarakan, Tanjung Selor dan Nunukan tersebut.

Lanjut Suparje, PLN terus berkomunikasi dengan Muspika Kecamatan Tana Lia terkait upaya penanganan gangguan dan pemenuhan daya listrik di Tana Lia. Juga dengan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung terkait upaya yang telah dilakukan terkait di Tana Lia, juga terkait pembangunan ketenagalistrikan di Tana Tidung .

“Untuk kelistrikan di Tana Tidung sebagian besar oleh PT PLN Persero UP3 Berau sedangkan khusus Kecamatan Tana Lia oleh PT PLN Persero UP3 Kalimantan Utara. Sedangkan pengembangan Desa Berlistrik oleh PT PLN Persero UP2K Kalimantan Utara,” ucapnya.

Diketahui, jumlah di KTT terdiri dari 32 desa yang telah berlistrik sampai dengan Agustus 2021 sebanyak 26 desa. Sementara menyisakan 6 desa yang belum berlistrik yakni, Desa Belayan Ari, Desa Bebatu dan Desa Badan Bigis, sedang proses pembangunan dengan target menyala pada bulan Oktober 2021.

Selanjutnya Desa Tengku Dacing dan Desa Sengkong dengan tantangan kondisi jalan yang rusak untuk akses pembangunan kelistrikan. Desa Menjeluntung dengan tantangan perlu pembangunan pembangkit listrik di lokasi selain pembangunan jaringan, serta tantangan untuk dikoneksikan ke grid berupa sungai yang lebar lebih dari 1 km.

Baca Juga :  Ibrahim Ali Minta Jajarannya Tingkatkan Sosialisasi Pajak dan Retribusi

“PLN memohon maaf atas ketidaknyamanannya dan terus berupaya segera mengatasi defisit daya tersebut. PLN menghimbau pelanggan menggunakan listrik dengan bijak dan PLN memohon dukungannya, sehingga bisa segera teratasi dan terus berkomunikasi intensif dengan Muspika Tana Lia dan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung,” tuturnya.

Mengenai hal ini, Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali membenarkan sedang terjadi gangguan listrik dan sempat dilakukan pemadaman bergilir di Kecamatan Tana Lia, dan saat ini sedang dilakukan progres perbaikan.

“Gangguan generator terbakar pada mesin bertipe MAN D2866 LE 201 dengan daya mampu 165 kw. Alat sudah dalam pengerjaan di bengkel bubut Tarakan infonya hari Senin selesai,” terangnya ketika dihubungi benuanta.co.id.

Sementara itu mesin dengan daya 70 kw, kata dia juga mengalami gangguan tepatnya kabel generator terbakar dan sudah ditangani menggunakan alat detektor yang dikirim dari Tarakan.

“PLTMG Taniko Tanjung Keramat masih dalam uji coba running,” singkatnya. (*)

Editor : Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *