oleh

3 dari 15 Program Syarwani – Ingkong Ala Sudah Terealisasi

benuanta.co.id, BULUNGAN – Setidaknya ada 15 program prioritas yang didorong oleh Bupati Bulungan, Syarwani dan Wakil Bupati Bulungan, Ingkong Ala yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bulungan tahun 2021-2026.

Setelah menjabat sebagai Bupati Bulungan selama 6 bulan, dengan 15 program beberapa di antaranya sudah terealisasi dan bermanfaat untuk masyarakat.

“Ada yang sudah terlaksana yakni Mall Pelayanan Publik (MPP) yang sudah saya resmikan sekitar bulan April kemarin,” ungkap Bupati Bulungan Syarwani kepada benuanta.co.id, Jumat 13 Agustus 2021.

Baca Juga :  Sidang Dihadapan DPRD Bulungan, Syarwani Paparkan Sejarah Bulungan

Kemudian program lainnya yang sudah berjalan di tengah pandemi Covid-19 ini berupa Mitra Bulungan Berdaulat. Di mana pihaknya mengajak masyarakat yang memiliki rezeki lebih termasuk badan usaha untuk berpartisipasi membangun solidaritas membantu masyarakat yang terpapar Covid-19.

“Ada juga program Bulungan Reaksi Cepat yang merupakan respon terhadap kondisi pandemi Covid-19 di Bulungan,” jelasnya.

Baca Juga :  Kejar DOB Tanjung Selor untuk Persiapan Pemindahan Ibukota Kabupaten Bulungan ke Tanjung Palas

Adapun ke 15 program yang tercantum dalam RPJMD Kabupaten Bulungan yang masih dalam pembahasan di meja persidangan DPRD Bulungan diantaranya Mandau Tani atau komando strategi pembangunan pertanian, satu desa satu produk, jaminan hasil produksi pertanian, beasiswa vokasi berbasis potensi wilayah dan Mantera atau mandiri dan terampil Bulungan Berdaulat.

Kemudian program Benuanta Religi, Mantap Pelayanan Dasar, Desa Pintar Desa Digital, Bulungan Reaksi Cepat, Kredit Mesra atau masyarakat ekonomi sejahtera, Mitra Bulungan Berdaulat, ekowisata berbasis kearifan lokal, take atau transfer anggaran kabupaten berbasis ekologi desa inovatif dan Mall Pelayanan Publik.

Baca Juga :  Dua Nelayan yang Hilang Kontak di Pulau Lentimun Berhasil Ditemukan Selamat

“Dasar dalam penyusunan RPJMD Kabupaten Bulungan ini, adalah dari hasil pemetaan isu-isu strategis pembangunan yang telah dikaji. Meliputi 5 bidang yakni infrastruktur kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat perdesaan, ekonomi dan lingkungan, kebudayaan dan pariwisata serta reformasi birokrasi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor : Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *