oleh

Ruangan Isolasi Terpusat Masih Minim Kapasitas

benuanta.co.id, TARAKAN – Lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah daerah di luar Pulau Jawa dan Bali belakangan ini menjadi perhatian pemerintah. Presiden Joko Widodo meminta kepala daerah untuk menyiapkan tempat-tempat isolasi terpusat atau isoter di daerahnya masing-masing.

“Saya minta Menteri PUPR juga membantu daerah dalam rangka penyiapan isoter (isolasi terpusat). Terutama di daerah-daerah yang tadi saya sebutkan yang segera harus merespons angka-angka yang ada,” kata Presiden pada rapat terbatas evaluasi PPKM melalui konferensi video, Sabtu (7/8/2021).

Hal ini juga diberlakukan oleh Pemerintah Kota Tarakan yang menyediakan layanan isoter bertempat di RS Bhayangkara.

Baca Juga :  Sebanyak 3.000 Siswa SMA Tarakan Sudah Divaksin

Disampaikan langsung oleh Walikota Tarakan, dr. Khairul, M.Kes kapasitas ruang isoter masih terbatas yaitu hanya 100 tempat tidur.

“Kalau yang isoter itu sudah tetapi kemarin kan kapasitasnya hanya 100 tempat tidur dan nanti memang kita prioritas kan yang masuk di sana,” kata Khairul kepada benuanta.co.id, Selasa (10/8/2021).

Saat ini pasien yang sedang menjalani isoman ialah lebih dari 2.400 pasien yang mana nantinya pemerintah kota akan mendata melalui Lurah dan RT Siaga.

Baca Juga :  Antisipasi Covid-19 Gelombang Ketiga, Vaksinasi Jadi Kunci Utama

“Kalau itu pastinya cukup prioritas ya nanti diseleksi bersama-sama antara lurah, kampung trengginas, RT siaga dan puskesmasnya melihat yang mana bisa masuk isoter,” imbuh dia.

Lanjut, Khairul menuturkan untuk kriteria pasien yang mendapatkan alokasi isoter ialah pasien yang kurang mampu dan bergejala.

“Kriterianya kalau bergejala pasti sudah dirawat, kemudian yang otg atau yang ringan kalau tidak mampu secara ekonomi kemudian rumahnya tidak layak untuk isolasi dan butuh pemantauan lebih kita isoter juga,” tutur Khairul.

Baca Juga :  Sebanyak 3.000 Siswa SMA Tarakan Sudah Divaksin

Untuk fasilitas yang akan didapatkan pasien sama hal nya seperti fasilitas kesehatan pada umumnya seperti, tempat tidur, kipas, perawat pasien diawasi langsung oleh tenaga kesehatan, perawatan pola makan dan obat-obatan, pemantau tanda vital dan gejala, serta penanganan langsung jika kondisi kesehatan memburuk. (*)

Reporter : Endah Agustina

Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *