benuanta.co.id, TARAKAN – Sekitar satu bulan alat bantu pernafasan ventilator di RSUD Tarakan belum digunakan untuk pasien Covid-19. Hal itu dijelaskan langsung oleh Plt Dirut RSUD Tarakan dr. Franky Sientoro, Sp. A pada Rabu, 11 Agustus 2021.
“Sampai saat ini kondisi pasokan oksigen belum mengangkat atau belum mampu untuk dinyalakan ventilatornya,” jelasnya saat dikonfirmasi benuanta melalui saluran telepon.
Saat ini total ada 10 alat ventilator yang digunakan untuk membantu memberikan bantuan oksigen bagi pasien Covid-19 bergejala berat yang belum bisa dioptimalkan.
“Kami tidak berani karena oksigennya masih tidak cukup,” jelasnya.
“Jika ditotalkan, 1.800 menit dibagi 25 liter maka hasilnya sekitar 72 menit atau sekitar 1 jam 22 menit. Atau sekitar 1,5 jam yang dibutuhkan untuk satu tabung,” sambungnya.
Kata Franky dalam sehari dengan estimasi perhitungan yang dijabarkannya, membutuhkan sekitar 1 tabung per jamnya, dan 24 tabung dalam satu hari.
“Satu jam untuk satu tabung jadi tidak mampu alat kita. Bisa dibayangkan 1 tabung habis terpakai sekitar 1 jam lebih untuk satu ventilator. Mana cukup oksigennya, kita gak punya,” tutur dia.
Ia juga menilai pasokan oksigen dari bantuan baik CSR perusahaan hanya cukup digunakan dua hingga tiga hari.
“Pada intinya sampai hari ini pasokan oksigen masih kurang. Dengan kondisi pasien Covid-19 dirawat sekitar 97 orang data per Senin kemarin,” pungkasnya. (*)
Reporter : Endah Agustina
Editor : Nicky Saputra







