oleh

Belajar Daring, Bupati Wempi Janjikan Ketersediaan Jaringan hingga Wilayah Terpencil

benuanta.co.id, MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau akan maksimalkan jaringan internet selama pembelajaran secara daring di masa pandemi Covid-19. Hal ini dilakukan agar kegiatan belajar dapat dijangkau oleh semua para siswa, termasuk di wilayah terpencil sekalipun.

Bupati Malinau Wempi W Mawa,.S.E mengungkapkan saat ini jaringan 109 desa di 15 kecamatan masih belum maksimal. Bahkan di beberapa titik perkotaan juga mengalami kendala.

“Pemerintah daerah terus berupaya mendorong agar pihak-pihak terkait seperti Telkomsel untuk lebih memaksimalkan jaringan. Sehingga proses belajar anak-anak bisa berjalan,” ujar Bupati Malinau Wempi W Mawa,.S.E, Selasa (10/8/2021).

Baca Juga :  UMKM Diharapkan Mampu Memanfaatkan Pelatihan Koperasi dan Wirausaha

Kemudian, lanjut Wempi, pemerintah daerah segera menyurati pemerintah pusat agar dapat memperhatikan persoalan jaringan di daerah.

“Bahkan pada Jumat (6/8/2021) lalu, saya bersama dengan wali kota saat bertemu Panglima TNI dan Kapolri sudah menyampaikan kendala saat ini adalah jaringan. Terutama bagi anak-anak kita,” terangnya.

Wempi mengatakan, saat ini dibutuhkan keterampilan dan keahlian tenaga pendidik dalam penerapan pembelajaran jarak jauh tersebut.

Baca Juga :  UMKM Diharapkan Mampu Memanfaatkan Pelatihan Koperasi dan Wirausaha

“Jadi tidak hanya pelajar saja. Tapi tenaga pendidik dituntut mampu mengembangkan diri menguasai teknologi,” katanya.

Soal kerinduan para pelajar untuk melangsungkan belajar tatap muka, orang nomor satu di Kabupaten Malinau ini menyebut bisa saja membuka proses tersebut. Hanya saja, dibutuhkan komitmen bersama baik para pelajar, tenaga pendidik, komite sekolah dan orang tua murid untuk dapat menjalankan protokol kesehatan.

“Memang saat ini kita masih menjalankan PPKM level 3. Sektor pendidikan kita melihat berdasarkan zonasi. Di satu tempat dalam zonasi merah, tentu pembelajaran tatap muka ditiadakan dan dilaksanakan daring,” imbuhnya.

Baca Juga :  UMKM Diharapkan Mampu Memanfaatkan Pelatihan Koperasi dan Wirausaha

“Karena sebagian orang tua belum mau melepaskan anak-anak ketika dilakukan proses belajar tatap muka. Kita siap akomodir semua itu asal baik saya, sekolah dan orang tua murid dapat tegas dan komitmen dalam menjalankannya” tutupnya. (*)

Reporter  : Osarade

Editor : Yogi Wibawa/Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *