benuanta.co.id, TARAKAN – Puskes TNI mengirimkan 40 oksigen konsentrator untuk membantu penanganan pandemi Covid-19 di Kota Tarakan. Puluhan oksigen yang tiba di Tarakan pagi tadi langsung diterima Komandan Kodim 0907 Tarakan, Letkol Inf Eko Antoni Chandra Lestianto, untuk didistribusikan kembali ke lima rumah sakit, Senin (9/8/2021).
“Saya kemarin mintanya 100 oksigen konsentrator, tetapi baru didistribusikan 40 dan mudah-mudahan yang 60 lagi akan menyusul dalam waktu dekat. Pagi ini juga langsung kita berikan ke RSUD kalau tidak salah 13, RSUKT itu 12, RS Bhayangkara 10, lalu RS AL 5 dan RS Pertamina,” ujar Letkol Inf Eko Antoni Chandra Lestianto kepada benuanta.co.id.
Hari ini juga, kata Dandim, akan ada bantuan alat medis berupa obat untuk masyarakat yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 3.000 paket.
“Obat ini juga yang dilaunchingkan Pak Presiden Jokowi di Pulau Jawa untuk isoman,” terangnya.
Sebelumnya, Walikota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes mengatakan pemerintah sudah mulai memberikan paket vitamin dan obat gratis bagi 2.000 pasien Covid-19 di Tarakan dengan kriteria khusus.
“Karena program dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, dan kita telah salurkan juga melalui Puskesmas nanti mereka yang distribusi ke pasien isomannya yang sesuai kriteria. Kriteria yang masuk ke dalam OTG dan gejala ringan saja,” ungkapnya Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes saat dikonfirmasi benuanta.co.id, Sabtu (7/8/2021) lalu.
Orang nomor satu di Tarakan ini juga menjelaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan juga tengah menambah tenaga kesehatan untuk mengawasi pasien yang menjalani masa isoman.
Berdasarkan informasi yang telah dirangkum oleh benuanta.co.id, untuk mendapatkan obat-obatan dan vitamin gratis bagi pasien isolasi mandiri harus lebih dulu terdata di Puskesmas desa atau kelurahan. Kemudian, mereka harus menunjukkan bukti hasil tes swab PCR positif.
“Sekarang masih tersedia juga obat dan vitaminnya, tetapi kita sekarang juga lagi minta ke pusat (untuk) tambahan untuk antisipasi selama tiga bulan ke depan. Sehingga warga yang isoman tidak masuk ke gejala yang berat,” pungkasnya. (*)
Reporter : Yogi Wibawa/Endah Agustina
Editor : Yogi Wibawa/Nicky Saputra







