Menggunakan Tenaga Listrik, Oksigen Konsentrator Diakui Lebih Efisen untuk Pasien

benuanta.co.id, TARAKAN – Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) Kota Tarakan menerima sebanyak 13 oksigen konsentrator dari Puskes TNI pada Senin, 9 Agustus 2021.

Diterangkan Plt Direktur RSUD Tarakan, dr. Franky Sientoro, Sp.A cara kerja oksigen konsentrator ini cukup mudah namun memiliki daya yang lebih rendah dari oksigen tabung.

“Fungsinya sama saja memberi oksigen namun dayanya 10 liter per menit ya ini terus hanya dicolok kelistrik saja nanti sudah bisa digunakan,” tuturnya kepada benuanta.co.id.

Baca Juga :  Jelang Imlek, Permintaan Kue Keranjang di Tarakan Meningkat

“Nanti begitu mesinnya dicolokan ke listrik terus dia ngambil udara dari luar ini, kalau udara ini kan hanya 21 persen nanti dia saringlah jadi dikonsentrasikan 80 sampai 90 persen,” imbuh dia.

Franky yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kaltara ini melanjutkan, golongan pasien yang dapat menggunakan oksigen konsentrator merupakan pasien Covid-19 dengan gejala ringan ke sedang.

Baca Juga :  Sering Disalahpahami, Ini Penjelasan 99 Kategori Pekerjaan di KTP

“Jadi satu pasien itu satu oksigen konsentrator kalau (pasien) berat tidak bisalah pakai ini,” ucap dia.

Sebagai informasi, Tak seperti oksigen medis yang disuplai dari unit industri melalui tabung, konsentrator oksigen merupakan perangkat yang dapat dioperasikan di rumah.

Melansir Oxygen Concentrator Store, perangkat ini dapat bekerja dengan menyambungkannya ke stopkontak listrik atau menggunakan baterai. (*)

Baca Juga :  Harga Telur di Pasar Gusher Tarakan Naik Bertahap Jelang Imlek dan Ramadan

Reporter : Endah Agustina

Editor : Nicky Saputra

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *