oleh

Curhat Pedagang Mie Ayam Keliling di Masa PPKM Level 4

benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 memang menuai banyak perbincangan di kalangan masyarakat. Tak ayal para pedagang makanan keliling asal Kabupaten Nunukan yang mengaku penjualannya menurun saat penerepan PPKM level 4.

Adalah Busri pedagang mie ayam keliling di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) salah seorang pedagang yang cukup merasakan dampak PPKM di masa pandemi Covid-19. Meski penjualannya menurun, ia masih bersyukur dagangannya masih bisa terjual ke pelanggan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari istri dan kedua anaknya.

Sejak 2002 silam, pria yang kini berusia setengah abad itu mulai merintis usaha mie ayam. Hanya saja, di awal berjualan Busri pun lebih dulu makan gaji dengan orang lain, yang mana sistem bagi hasil juga dirasanya untuk menyetor kepada pemilik.

Baca Juga :  Gelar PTM, 572 Pelajar SMPN 1 Nunukan Jalani Vaksin Covid-19

Seiring berjalannya waktu, dengan modal yang dikumpulkan melalui bagi hasil penjualan mie ayam dan mengeluti pekerjaan sebagai kuli bangunan paruh waktu, akhirnya keinginan Busri untuk memulai usaha secara mandiri itu pun tiba.

“Sempat kerja bangunan selama satu minggu. Namun saya mulai belajar jualan, akhirnya keterusan,” kata Busri kepada benuanta.co.id, Ahad (1/8/2021).

Baca Juga :  66 Pegawai Lapas Nunukan Tes Urine, Ini Hasilnya

Seharinya paling tidak ada 50 porsi mie ayam yang dia bawa untuk dijual keliling menggunakan sepeda motornya. Kata Busri, di mana ada keramaian, disitulah sepeda motor tuanya diparkirkan menanti pembeli.

Kendati penerapan PPKM yang mewajibkan pedagang makanan tidak diperbolehkan makan di tempat di atas pukul 22.00 Wita. Hal ini tak mempengaruhi Busri dan gerobak motornya lantaran jualan keliling sejak pukul 08.00 hingga 20.00 Wita. Pun demikian, dia mengatakan daya beli masyarakat selama PPKM juga melesu. Jika sudah begitu, dagangannya bisa habis, bisa juga tidak.

Baca Juga :  158 Pelajar SMPN 1 Nusa Ikuti Vaksinasi Besok

“Jika dagangannya saya habis bisa bawa pulang uang sebanyak Rp 750.000. Jika sepi pembeli, saya hanya mendapatkan sekitar Rp 400.000,” tandasnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor : Yogi Wibawa/Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed