oleh

Selain Masyarakat, Pemkab Tana Tidung Juga akan Beri Bantuan UKM Terdampak Covid-19

TANA TIDUNG – Untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Tana Tidung (KTT), Pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT) mengalokasikan beberapa sumber anggaran. Di antaranya dari Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Desa dan Dana Insentif Daerah (DID).

Disampaikan Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, untuk alokasi Dana Desa, penyerapannya dilakukan pemerintah desa yang saat ini melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, yang saat ini sudah terserap sekitar 80 persen.

“Sedangkan dari Dana Insentif Daerah DID, fokus pada 3 kegiatan. Yakni tentang kesehatan, penguatan ekonomi dan perlindungan sosial,” tutur Bupati Ibrahim Ali.

Baca Juga :  Disdikbud Kaltara Optimis Bisa PTM Serentak Oktober Ini

Untuk bidang kesehatan, jelas Bupati, sampai saat ini sudah dibelanjakan untuk kebutuhan habis pakai seperti swab antigen dan pembelian vitamin. “Jadi kami memberikan swab antigen gratis bagi masyarakat yang memmang betul-betul ingin di-swab. Misal ada gejala dan lain-lain, kita berikan swab antigen gratis,” terangnya.

Untuk kegiatan penguatan ekonomi, Pemkab Tana Tidung akan memberikan sekitar Rp 2,5 miliar anggaran untuk bantuan pelaku ekonomi yang terdampak Covid-19. Dari dana tersebut akan dikucurkan kepada 1.000 pelaku ekonomi.

Baca Juga :  Melalui Eduku, Disdikbud Kaltara Yakin Pendidikan Makin Maju hingga Wilayah 3T

“Kemudian kita juga memberikan peralatan untuk bantuan kepada masyarakat pelaku usaha UKM dan IKM yang akan diberikan bantuan peralatan Rp 10 juta untuk 100 pelaku usaha. Ini memang diamanatkan melalui dana DID yang memang 25 persen harus dianggarakan untuk penguatan ekonomi,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Bupati, Pemkab juga juga memberikan bantuan sembako untuk perlindungan sosial. nilai bantuan itu sebesar Rp 2,9 miliar untuk sekitar 5.000 kepala keluarga (KK). Di mana per KK akan diberikan bantuan dalam bentuk sembako dengan nilai Rp 600 ribubagi yang terdampak Covid-19. “Nanti bantuan ini akan dilanjutkan lagi pada saat perayaan Natal,” ulasnya.

Baca Juga :  Polisi Amankan 2,8 Kg Sabu, Diduga Pemilik Barang Napi Lapas Tarakan

“Kami juga hari ini sudah melaksanakan pembatasan. Sesuai instruksi gubernur juga sudah kita laksanakan seperti di Pemkab melakukan WFH sebanyak 75 persen dan WFO 25 persen,” tutup pria yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPRD KTT ini saat rapat via zoom bersama Gubernur Kaltara. (bn1)

 

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed