oleh

Ditodong Perampok, Kasir Nu Store : Saya Kira Orang yang Lagi Ngeprank

benuanta.co.id, TARAKAN – Kasir NU Store dibuat trauma dengan kejadian perampokan sekaligus pembunuhan terhadap satpam PT Taspen, beberapa waktu lalu.

Fransiska Roboth mendapat todongan pisau oleh seorang lelaki mengenakan helm yang tiba-tiba masuk ke supermarket tempat dia bekerja, sekira pukul 20.00 WITA pada Ahad, 25 Juli lalu.

“Saya kaget, ketika perampok itu masuk saya kira dia orang mabuk atau orang yang lagi ngeprank, ternyata dia mau merampok dan mengancam kita dengan badiknya,” terang dia kepada benuanta.co.id.

Fransiska yang biasa disapa Vera ini seperti biasa selalu berada di meja kasir bersama rekan kerjanya malam itu.

Ungkap dia, tak ada tanda mencurigakan dalam pantauannya, hanya saja sebelum perampok itu masuk ke supermarket, terlebih dahulu ada seorang pembeli yang berkunjung.

Baca Juga :  Diguyur Hujan dari Subuh, Jalan-Jalan Besar di Tarakan Terendam Banjir

Setelah pembeli berjenis kelamin pria itu membayar di kasir dan melangkah keluar, pria tersebut mendapat serangan dari si perampok.

“Pas pembeli itu keluar pintu, lehernya langsung dipiting sama si perampok dan diarahkannya hingga ke meja kasir saya. Si pembeli ini disuruhnya mengambil uang dari meja kasir lalu dia minta diisikan ke tas perampok itu,” bebernya.

Hitungan detik, si pembeli yang juga mengenakan helm itu berusaha tak mengindahkan pinta si perampok dan ia berhasil lepas dari pitingannya dengan cara melompati meja hingga berlari cepat akibat kepanikannya.

Kasir Nu Store itu pun tak berdiam diri, ia langsung menekan tombol Emergency agar petugas keamanan segera menghampirinya. Malam itu, Satpam dan karyawan Nu Store bergegas mendekati meja kasir yang sedang dikuasai pembunuh mendiang Revhaldi itu.

Baca Juga :  Gempa Berkekuatan 3,9 Magnitudo Guncang Tarakan

“Satpam dan teman-teman kerja langsung mau cegat dia, tapi dia bilang jangan mendekat (Sambil menodong badik), sehingga satpam dan teman-teman lari menghindar keluar toko,” ucap Vera.

Tinggallah Alumni Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan itu sendiri di meja kasir, dan ia pun mendapat tekanan agar segera memberikan uang di meja kasir itu kepada perampok itu.

“Saya panik, dia ancam saya dengan badik lalu dia bilang cepat isi, cepat isi, jadinya saya ambil semua uang di laci kasir sekitar 6 juta rupiah dan serahkan ke dalam tas perampok itu, habis itu ia lari ke luar toko,” lanjut Fransiska.

Jelas Fransiska saat dihubungi oleh benuanta.co.id, malam itu saat perampok berusaha lari keluar, lebih dahulu rekan kerjanya di Nu Store sempat meminta pertolongan oleh Satpam PT. Taspen.

Baca Juga :  UKW Jenjang Muda di Kaltara, 46 Wartawan Raih Predikat Kompeten

Ketika perampok itu berlari ke dalam gang di sebelah PT. Nunukan Sakti yang saat itu cukup gelap, Fransiska yang kurang mengetahui kondisi di luar toko saat kejadian, hanya mendapat informasi dari rekannya bahwa mendiang Revhaldi yang dimintai pertolongan langsung mengejar perampok itu hingga ke dalam gang.

“Pas mereka berdua di dalam gang, di situ mungkin kejadiannya (Penusukan) yang membuat Revhaldi alami 5 tusukan dan langsung dibawa ke rumah sakit,” tukasnya.

Fransiska yang telah bekerja sejak Februari 2021 lalu, hingga saat dihubungi benuanta.co.id, akui masih terbayang dengan keadaan kelam yang dialaminya. Pengelola supermarket Nu Store itu menghendaki agar dirinya istirahat kerja sementara sembari memulihkan keadaannya. (*)

Reporter : Kristianto Triwibowo
Editor : Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed