oleh

Anak Pertamanya Gugur saat Bertugas, Ini Harap Ayah Revhaldi pada Kepolisian

benuanta.co.id, TARAKAN – Kehilangan putra pertamanya, membuat Muhammad Ismail ayah dari Revhaldi Pratama Arta dirundung duka mendalam. Sebelumnya, pria 2 anak ini telah kehilangan sang istri yang pergi menutup usia.

Ia pun tak menyangka harus mengalami kondisi memilukan ini. Namun ia menyadari bahwa hidup dan mati ialah kehendak yang kuasa.

“Tahun ini kami dilanda 2 musibah, bulan Januari kemarin istri saya meninggal akibat sakit. Sekarang saya harus kehilangan anak pertama saya yang tidak pernah saya sangka,” ungkap Muhammad Ismail kepada benuanta.co.id di kediamannya Kelurahan Juata Permai.

Baca Juga :  Flash News! Diduga Arus Pendek, Laboratorium Fakultas Perikanan UBT Nyaris Terbakar

Meski merasakan duka dan lara di tengahnya keluarga mereka, sosok Abah dari mendiang Revhaldi itu berusaha mengendalikan perasaannya saat musibah penusukan oleh perampok menyasari anaknya yang sedang bertugas sebagai Security di PT. Taspen (Persero) pada Minggu, 25 Juli 2021.

Tak ingin mengambil langkah sendiri, Muhammad Ismail berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku perampokkan yang berhasil membobol toko swalayan Nu Store dan membunuh anak pertamanya itu.

“Kami minta pihak kepolisian lebih jeli melihat kasus ini dan menindak pelaku dengan tegas. Kan barang bukti sudah ada seperti motor yang ditinggalkan, CCTV dan saksi,” tegas dia.

Baca Juga :  Dalami Kasus Vaksin Berbayar, Polisi Periksa 4 Saksi

Menurut dia, pelaku sepertinya telah melakukan kejahatan terencana seperti halnya membawa senjata tajam (Sajam) untuk mengancam kasir Nu Store dan menghabisi nyawa Revhaldi yang saat itu berniat menghentikan perampokan itu.

Hal tersebut yang menurutnya pelaku layak ditimpal pasal berlapis atau hukum yang tegas.

Sementara itu, Kapolres Tarakan, AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kasat Reskrim Polres Tarakan, IPTU Muhammad Aldi mengatakan, hingga saat ini kepolisian masih mendalami kasus.

Baca Juga :  Daftar Khatib Jumat 24 September di Masjid Wilayah Tarakan

Aldi menjelaskan, kepolisian saat ini sudah memeriksa saksi-saksi dari kejadian tersebut, baik yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) maupun tempat lainnya.

“Untuk saksi sudah ada 8 orang yang kita periksa, saksi di TKP, warga sekitar, security setempat, karyawan supermarket, dan yang melihat langsung kejadian,” ujar Aldi pada hari ini. (*)

Reporter : Kristianto Triwibowo
Editor : Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed