oleh

Razia PPKM Tetap Dilakukan oleh Tim Gabungan Satpol-PP, Dibutuhkan Kesadaran Warga Taat Prokes 5M

benuanta.co.id, NUNUKAN – Perpanjangan Pemberlakuan pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Nunukan hingga 27 Juli 2021 bertujuan untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

Perpanjangan PPKM berdasarkan surat edaran nomor 6 yang telah ditandatangani oleh Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid beberapa hari yang lalu.

Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nunukan, Rohadiansyah mengatakan, perpanjangan PPKM salah satu langkah mencegah penyebaran Covid-19. Terpenting menurutnya pelaku usaha melakukan aktivitas hingga pukul 20.00 Wita saja. Lewat dari jam itu konsumen beli bawa pulang.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Cabang Tarakan Sumbangkan 20 Kursi Roda untuk Disabilitas

“Kami tetap melakukan  penerapan PPKM terhadap  kegiatan masyarakat terutama peluk usaha, bagi yang melanggar aturan maka akan kita lakukan tes Rapid antigen ditempat dan kita berikan teguran sesuai dengan edaran nomor 6,” kata Rohadiansyah, Ahad (25/7/2021).

Ia juga menegaskan razia bukan untuk menakuti masyarakat, namun menegaskan aturan yang sudah ada agar bisa dijalankan. Sebaiknya masyarakat menaati kebijakan tersebut.

Baca Juga :  4 Negara Dipastikan Hadiri Iraw Tidung Borneo Bersatu di Desa Binusan

Untuk ke depan pihaknya tidak hanya melakukan razia di warung-warung makan, restoran, cafe tapi juga di toko-toko pakaian dan sejenisnya yang dapat mengundang orang banyak sehingga terjadi kerumunan.

Rohadiansyah mengatakan tingginya kasus Covid-19 di Kabupaten Nunukan saat ini setiap harinya terus bertambah kasus positif dan angka kematian juga bertambah, ia meminta kepada masyarakat sadar dan tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan 5M.

Baca Juga :  PKK Sebuku Juara Lomba Menu Kudapan Pangan Lokal

“Selain menjaga diri sendiri kita juga menjaga orang lain, tolong taati prokes gunakan masker, kurangi aktivitas diluar yang tidak penting karena kita tidak tau apakah temannya kita ini sehat atau tidak, kita ngobrol sama dia bisa saja dia tanpa gejala,” jelasnya.(*)

Reporter:  Darmawan
Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *