oleh

Puluhan Kayu Olahan Hasil Pembalakan Liar di Hutan Lindung Terungkap di Mansapa Nunukan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kayu olahan ilegal masih ditemukan di Kabupaten Nunukan. Baru-baru ini, Satgas Pamtas RI-Malaysia Batalyon Arhanud (Yonarhanud) 16/SBC kembali temukan puluhan batang kayu olahan yang diduga hasil pembalakan liar atau ilegal, pada saat melaksanakan patroli gabungan dengan Dinas Kehutanan UPTD KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) di Komplek Hutan Lindung Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Sabtu (24/7/2021).

Patroli gabungan oleh Tim Patroli Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC Pos Komando Taktis dan Tim Patroli UPTD KPH Nunukan mendapatkan hasil penemuan kayu. Bentuknya kayu olahan yang diduga hasil pembalakan liar atau ilegal sebanyak 62 batang dengan jenis beragam.

Baca Juga :  Pastikan Aman Dikonsumsi, BKIPM Ambil Sampel Ikan di Pasar Inhutani Nunukan

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16 Kostrad Letkol Arh Drian Priyambodo, S.E, mengatakan Tim Patroli saat itu ada 5 orang anggota Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC Pos Komando Taktis dan tim UPTD KPH kabupaten Nunukan berjumlah 8 orang berangkat menuju daerah Mansapa untuk patroli rutin.

“Tiba di daerah perbukitan Mansapa tim menemukan puluhan batang kayu yang sudah diolah. Ada indikasi itu kayu ilegal hasil pembalakan liar yang telah ditinggalkan oleh pemiliknya yang terletak di daerah kawasan hutan lindung,” jelasnya.

Baca Juga :  Satpol PP Tarakan Amankan Pelaku Pembuang Sampah di Gunung Selatan

“Penyisiran kami tidak menemukan pemilik kayu dan pengangkut kayu. Kami mengamankan barang bukti tersebut ke kantor UPTD KPH Nunukan untuk dilaksanakan pengamanan dan pendataan,” ujar Drian Priyambodo, Ahad (25/7/2021).

Kayu yang diamankan diantaranya kayu ukuran 5 cm x 7 cm x 4 m sebanyak 50 batang, kayu ukuran 5 cm x 12 cm x 8 m sebanyak 12 batang.

Lanjutnya, oknum pelaku penebangan liar hutan-hutan di Kalimantan yang dapat menyebabkan ketidak seimbangan ekosistem alam dan terlebih kawasan yang dijadikan pembalakan liar adalah kawasan hutan lindung yang dijadikan rumah bagi hewan endemi Kalimantan.

Baca Juga :  Hamzah Diduga Jatuh ke Laut saat Terjadi Penikaman di Atas KM Savina

“Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC akan terus mendukung pihak-pihak terkait dalam hal ini dinas Kehutanan, dalam upaya untuk mencegah pembalakan liar atau pun peredaran kayu-kayu ilegal di wilayah perbatasan.” tandasnya.(*)

Reporter: Darmawan
Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed