oleh

Kemnaker Sosialisasikan BSU Di Daerah PPKM level 3 dan 4

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyosialisasikan ketentuan bantuan subsidi upah (BSU) tahun 2021 kepada perangkat pemerintah daerah di level 3 dan 4 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

“Program BSU bukan program baru karena program tersebut telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Hanya saja untuk BSU tahun ini terdapat sedikit perbedaaan,” kata Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Indah Anggoro Putri melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut Indah kegiatan virtual yang melibatkan kepala dinas ketenagakerjaan di daerah PPKM level 3 dan 4 pada Jumat (23/7) itu dilakukan dalam rangka menyukseskan program BSU tahun 2021.

Baca Juga :  Dua Siklon Tropis di Belahan Bumi Utara Berdampak ke Indonesia

“Perbedaannya dikaitkan dengan keadaan saat ini, yaitu PPKM darurat dan juga yang utamanya berdasarkan masukan-masukan dari sejumlah pihak atas pelaksanaan BSU tahun lalu agar kita tahun ini berjalan lebih tertib, lebih akuntabel, dan lebih tepat sasaran bagi penerima BSU,” ujarnya.

Indah meminta para kepala Disnaker agar dapat berkolaborasi dan bersama-sama bersemangat dalam melaksanakan BSU tahun ini. Baginya, dukungan dan kolaborasi tersebut sangat penting bagi kelancaran pelaksanaan BSU.

Baca Juga :  Cegah Anarkisme Hukum, Demokrat Mentahkan Uji Materiel Yusril dengan Serahkan Bukti ke Kemenkumham

“Peran Bapak, Ibu Kadisnaker adalah harus memastikan para pekerja yang terdampak di sektor-sektor seperti transportasi, hotel, restoran, ritel itu benar tercover dalam BSU,” katanya.

Menurutnya, Menteri Ketenagakerjaan sangat menaruh perhatian terhadap program BSU guna mencegah terjadinya PHK dan dapat meningkatkan daya tahan ekonomi para pekerja, sehingga kemiskinan kronis tidak bertambah.

Baca Juga :  Pemerintah Arab Saudi kembali buka jalur umrah bagi jamaah Indonesia

“Kita pastikan bersama bahwa BSU sebagai salah satu instrumen stimulus harus benar-benar fokus, tepat sasaran dan tepat manfaat sehingga dapat mencegah PHK, dan dapat meningkatkan daya tahan ekonomi para pekerja sehingga angka kemiskinan kronis tidak bertambah,” katanya. (ant)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *