oleh

Varian Delta Sudah Masuk Kaltara, Gubernur Imbau Masyarakat Perketat Prokes

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum., berpesan kepada seluruh masyarakat Kaltara untuk tetap menaati protokol kesehatan (Prokes), serta menjaga imunitas agar tidak mudah sakit.

“Khusus untuk penggunaan masker, dengan adanya varian Delta ini saya harap penggunaan masker dilapis 2, di samping itu kita juga harus menjaga imun tubuh, sehingga tidak mudah terserang virus,” pesan Gubernur Zainal, Rabu (21/7/2021) usai mengikuti Sidang Paripurna di Gedung DPRD Kaltara.

Sebelumnya, Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Provinsi Kaltara, Agust Suwandy mengumumkan masuknya virus Corona varian Delta (B.1.617.2) di Kaltara. Virus Corona varian Delta ini merupakan mutasi dari virus Covid-19 yang telah mewabah sejak tahun lalu. Varian ini, pertama kali dilaporkan muncul di India pada Desember 2020.

Baca Juga :  Jalan Depan Mako Brigif 24/BC Segera Diperbaiki

Selain di India, varian Delta telah tersebar di 74 negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia khususnya di Kaltara, Covid-19 varian Delta ini baru terdeteksi pada 20 Juli 2021 kemarin. Berdasarkan rilis yang dikeluarkan Agust, terhitung 20 Juli 2021 terdapat 8 kasus Covid-19 varian Delta yang tersebar di 5 kabupaten dan kota di Kaltara.

Baca Juga :  UKW LSPR, Sekprov Harapkan Wartawan Kaltara Makin Kompeten dan Profesional

Kasus varian Delta ini terdeteksi setelah Satgas Covid-19 Kaltara mengirimkan 32 spesimen secara acak dari 5 kabupaten kota di Kaltara. Dari 32 spesimen tersebut, 12 spesimen di antaranya telah dilakukan pemeriksaan.

Hasilnya, dari 12 spesimen yang diperiksa terdapat 8 spesimen varian Delta dengan rincian 3 kasus di Kabupaten Tana Tidung dan 2 kasus di Kota Tarakan. Sedangkan di Kabupaten Bulungan, Nunukan dan Malinau masing-masing terdapat 1 kasus.

Baca Juga :  Bupati Ibrahim Ali Monitoring Vaksinasi Pelajar dan Menyerahkan Perlengkapan Sekolah di Tana Tidung

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga melabeli varian Delta sebagai variant of concern (VOC) atau varian yang perlu diwaspadai karena memiliki tingkat penularan sangat kuat dan cepat. Sehingga, dijelaskan oleh Agus, tidak menutupkemungkinan penyebaran sudah terjadi melalui kontak erat dengan pasien Covid-19 varian Delta. (adpim)

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed