Tak Asal Donor Plasma, Titer Antibodi Penyitas Covid-19 Ada Batas Waktunya

benuanta.co.id, TARAKAN – Jeda melakukan donor darah pada umumnya selama dua bulan. Lalu berapa lama jeda donor plasma darah konvalesen bagi penyintas Covid-19?

Kasi Penjaminan Mutu PMI Tarakan, dr. Ardila Utari Dewi menyampaikan, seseorang penyintas bisa mendonorkan plasma setelah dua lekan terkonfirmasi negatif Covid-19. Setelahnya, penyintas yang sudah dinyatakan negatif harus punya bukti berapa surat swab PCR atau antigen sewaktu terkonfirmasi positif virus corona.

Baca Juga :  Warga Pesisir Minta Pendirian Pos Penjagaan, Antisipasi Peredaran Narkoba

“Setelah dua minggu baru kita ambil skriningnya. Batas maksimalnya ini di beberapa PMI ada perbedaan. Ada yang ambil maksimal 3 bulan ada juga yang ternyata dengan gejala berat di rawat di rumah sakit empat sampai lima bulan pun titer antibodinya masih cukup. Tetapi di kita masih ambilnya maksimal yang 3 bulan,” ujar dr. Ardila Utari Dewi kepada benuanta.co.id, Jumat (23/7/2021).

“Jadi misal dia terkonfirmasi bulan Februari berarti Juli ini masih bisa lah kita coba skrining liat titer antibodi. Kalau melebihi 3 bulan itu titer antibodinya sudah mulai turun jadi ada masanya. Makanya minimal dua minggu, maksimal 3 sampai 4 minggu,” imbuhnya.

Baca Juga :  DPRD Tarakan Sarankan Perumda Tak Profit agar Ditutup

Perlu diketahui, donor plasma konvalesen berperan penting dalam proses pemulihan atau terapi bagi pasien terinfeksi Covid-19. Plasma merupakan bagian darah yang berwarna kuning dan cair yang mengandung antibodi berupa protein yang dibuat oleh tubuh sebagai respons jika terjadi infeksi.

Plasma konvalesen dari penyintas Covid-19 mengandung antibodi untuk melawan virus tersebut. Mengutip FDA.gov, sebab penyintas telah melawan infeksi, plasmanya sudah mengandung antibodi Covid-19. Antibodi itulah yang menjadi satu cara bagi sistem kekebalan untuk melawan virus saat sakit. Karena itu, plasma penyintas memungkinkan untuk membantu pasien Covid-19. (*)

Baca Juga :  Awas! Merokok di Jalan Bisa Kena Denda Loh

Reporter : Yogi Wibawa
Editor : Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *