oleh

Usai Transaksi Sabu, Dua Pemuda Ini Dibekuk di Selumit Pantai

benuanta.co.id, TARAKAN – Usai melakukan transaksi narkotika jenis sabu, dua pemuda berhasil diamankan Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Kepolisian Resor (Polres) Tarakan di Selumit Pantai RT 10, pada Minggu (11/7/2021) lalu.

Hal ini bermula pada saat Polisi mendapatkan informasi akan adanya transaksi kristal bening di wilayah tersebut. Lalu sekitar pukul 23.15 Wita, di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tim Opsnal Satreskoba Polres Tarakan melihat seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan berada di pinggir jalan. Tak butuh waktu lama, petugas pun mengamankan pria yang diketahui berinisial YA itu dan segera mungkin memanggil Ketua RT setempat.

Baca Juga :  Walikota Tegaskan Pembangunan Amal Lama Sudah Ada Sosialisasi ke Warga

“Dipanggil saksi yakni Ketua RT 10 lalu dilakukan penggeledahan, dan ditemukan serbuk diduga narkotika 1 bungkus, HP berisikan percakapan transaksi narkotika,” ujar Kapolres Tarakan, AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kaur Bin Ops (KBO) Satreskoba Polres Tarakan, IPDA Amiruddin kepada benuanta.co.id, Senin (19/7/2021).

Setelah mengamankan YA berserta barang bukti sabu, Polisi kembali mendalami asal muasal barang haram tersebut. Dari pengakuan tersangka pertama, sabu tersebut diperolehnya dari tersangka kedua yakni IB yang kebetulan tak jauh dari lokasi penangkapan YA, tepatnya di RT 13 Kelurahan Selumit Pantai.

Baca Juga :  Penikaman di Beringin 4, Salah Satu Korban Sedang Hamil

“Posisi IB sedang berada di depan rumahnya YA di RT 13 sedang menunggu hasil penjualan dari YA,” terangnya.

Polisi yang terus memantau pegerakan IB hingga pukul 00.30 (17/7/2021) dini hari, lalu memutuskan mendatangi rumah YA dan mendapati IB di depan rumah tersebut. Lagi-lagi, petugas tak butuh waktu lama untuk menciduk tersangka kedua sekaligus barang bukti sabu seberat 3,12 gram dari tangan IB.

Baca Juga :  3 Hari Tenggelam, Hamzah Ditemukan Tengkurap Tak Bernyawa di Perairan Tanjung Pasir

“Sebanyak 4 bungkus sabu diamankan, perbungkus ditaksir dengan harga Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Kedua pelaku disangkakan Pasal 114 ayat 2, Pasal 132 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1,” tutupnya. (*)

Reporter : Matthew Gregori Nusa
Editor : Yogi Wibawa/Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed