oleh

Indeks Keparahan Kemiskinan Turun 0,177 Persen

TARAKAN – Jumlah penduduk miskin di Kalimantan Utara (Kaltara) pada Maret 2021 sebanyak 52,86 ribu (7,36 persen). Pada September 2020 penduduk miskin berjumlah 52,70 ribu (7,41 persen), sehingga jumlah penduduk miskin bertambah 160 jiwa atau menurun 0,05 persen poin.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara, Tina Wahyufitri, S.Si., M.Si mengatakan, selama September 2020 hingga Maret 2021, garis kemiskinan (GK) naik sebesar 2,31 persen, yaitu dari Rp. 694.964,- per kapita per bulan pada September 2020 menjadi Rp. 710.994,- per kapita per bulan pada Maret 2021.

“Pada periode September 2020 – Maret 2021, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) mengalami kenaikan, dari 0,859 pada keadaan September 2020 menjadi 0,872 pada keadaan Maret 2021. Meskipun begitu Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami penurunan dari 0,186 menjadi 0,177,” ujar Tina, Kamis (15/7/2021)

Baca Juga :  Pemkab Bulungan Libatkan Perusahaan Perbaiki Jalan dan Jembatan Salimbatu

Dijelaskan Tina, pada Maret 2021, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk yang diukur dengan Gini Ratio tercatat sebesar 0,292. Angka ini menurun jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2020.

“Lalu pada Maret 2021, distribusi pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah adalah sebesar 22,44 persen. Artinya pengeluaran penduduk masih berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah,” terangnya.

Baca Juga :  PKK Sebuku Juara Lomba Menu Kudapan Pangan Lokal

Tina lanjut menjelaskan, dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM), terlihat bahwa peranan komoditi makanan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Pada bulan Maret 2021, sumbangan GKM terhadap GK sebesar 73,49 persen.

Baca Juga :  BPS Mulai Lakukan Pra Pemutakhiran Data Sensus di Bulan Oktober

“Garis kemiskinan di daerah perkotaan lebih besar dibandingkan di daerah perdesaan, pada bulan Maret 2021 garis kemiskinan di daerah perkotaan sebesar Rp 739.267,- sedangkan di daerah perdesaan sebesar Rp 665.963,-. Hal ini menggambarkan bahwa pemenuhan kebutuhan hidup di daerah perkotaan lebih mahal dibandingkan dengan daerah perdesaan,” tutupnya.(*)

 

Reporter : Matthew Gregori Nusa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *