oleh

Pemkab Bulungan Putuskan Salat Iduladha Menyebar Ke Musala dan Langgar

TANJUNG SELOR – Jelang perayaan hari raya Iduladha pada 20 Juli 2021 mendatang, Pemerintah Kabupaten Bulungan terus memantau perkembangan situasi, khususnya kenaikan angka yang terpapar Covid-19.

Saat ini langkah yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Bulungan perayaan hari keagamaan tetap ada namun terbatas.

“Hasil komunikasi dengan pemuka agama, maka pelaksanaan hari raya Idul Adha tetap dalam pembatasan yang diperketat,” ungkap Bupati Bulungan Syarwani kepada benuanta.co.id, Senin 12 Juli 2021.

Dia menuturkan untuk lokasi pelaksanaan salat Idul Adha tak hanya terfokus pada masjid tertentu, namun memanfaatkan semua fasilitas yang ada seperti langgar dan musala. Tujuannya agar tidak terjadi perkumpulan orang banyak, dengan menggunakan langgar dan musala ini untuk mengurai titik kumpul.

Baca Juga :  HUT Bulungan dan Tanjung Selor, Birau Tetap Terlaksana Sesuai Prokes  

“Lalu kita juga tekankan tidak ada takbiran keliling dan tidak ada pelaksanaan salat ied di lapangan dan itu tidak kita izinkan, misalnya di lapangan agatis itu tidak boleh karena aset daerah maka kita akan tutup,” jelasnya.

Belajar dengan penerapan protokol kesehatan pada perayaan Idul Fitri yang lalu, terlebih terhadap lonjakan kasus saat ini maka masyarakat harus paham. Terlebih data harian kasus aktif di Bulungan, dia harapkan masyarakat memiliki kesadaran bisa membaca situasi.

Baca Juga :  PAD Pemkab Bulungan Meningkat Rp 20 M, Disusul Belanja Capai Rp 1,3 T

“Mudah-mudahan ada kesadaran dari masyarakat Bulungan dan butuh kedisiplinan semuanya. Kalau pemotongan hewan kurban kita hanya anjurkan di hari kedua dan ketiga dengan catatan ada pembatasan, jangan sampai disitu ada perkumpulan lagi,” bebernya.

Syarwani pun meminta kepada panitia kurban di masjid-masjid agar tidak ada masyarakat yang datang mengambil daging kurban, tapi panitia yang langsung mendatangi ke rumah warga yang berhak.

Baca Juga :  Dua Desa di Bulungan Ajukan Pembangunan SPBU BUMDes

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Bulungan Hamzah mengatakan teknis pelaksanaan salat Idul Adha tidak jauh berbeda dengan aturan yang lama. Salah satunya saat menyampaikan khutbah maka tidak melebihi 15 menit dan melaksanakan protokol kesehatan ketat.

“Jadi sama dengan aturan yang dikeluarkan oleh Pemkab Bulungan. Kalau potong hewan bolehnya di tanggal 11 dan 12,” ujar Hamzah.

Kemudian secara teknis alat pemotong harus steril dan petugasnya harus sehat suhu tubuhnya tidak melebihi 37 derajat celcius. (*)

Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed