oleh

Nilai Tukar Petani Kaltara Juni 2021 Sebesar 105,79 atau Naik 0,17 Persen

TARAKAN – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) pada Juni 2021 sebesar 105,79 atau naik 0,17 persen dibanding NTP pada bulan Mei 2021. Peningkatan NTP disebabkan oleh perubahan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib).

Untuk diketahui, NTP merupakan perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan.

NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani.

Baca Juga :  Produk Malaysia Tak Punya Nomor Registrasi Bakal Ditindak BPOM

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara, Tina Wahyufitri, S.Si., M.Si mengatakan, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Provinsi Kalimantan Utara Juni 2021 sebesar 108,11 atau turun 0,13 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

“Peningkatan NTP Juni 2021 dipengaruhi oleh naiknya NTP di empat subsektor pertanian, yakni Subsektor Tanaman Pangan naik sebesar 0,28, Hortikultura sebesar 0,67 persen, Tanaman Perkebunan Rakyat naik sebesar 0,52 persen, dan Subsektor Perikanan naik 0,44 persen. Sedangkan NTP pada Subsektor Peternakan turun 1,60 persen,” ujar Tina.

Baca Juga :  Bentuk Apresiasi Penanganan Corona, RSUKT Sediakan 5 unit Mobil Dinas

Dijelaskan Tina, dari It dapat dilihat fluktuasi harga barang-barang yang dihasilkan petani. Pada Juni 2021, It turun sebesar 0,03 persen dibanding It Mei 2021, yaitu dari 111,54 menjadi 111,50. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat harga produksi pertanian pada Juni 2021 mengalami peningkatan secara rata-rata 11,50 persen.

Melalui Ib dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

“Pada Juni 2021, Ib Provinsi Kaltara turun sebesar 0,20 persen bila dibanding Ib Mei 2021, yaitu dari 105,61 menjadi 105,40. Penurunan Ib terjadi karena IKRT turun sebesar 0,31 persen. Penurunan Ib terjadi di semua subsektor pertanian,” tutupnya.(*)

Baca Juga :  Baru Diaspal Sudah Rusak Lagi, Perbaikan Jalan Gajah Mada Ditarget Desember Ini

Berikut NTP per subsektor Provinsi Kaltara pada Juni 2021 :

– Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) sebesar 99,49
– Nilai Tukar Petani Hortikultura (NTPH) sebesar 96,78
– Nilai Tukar Petani Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 131,27  – Nilai Tukar Petani Peternakan (NTPT) sebesar 105,01
– Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya Ikan (NTNP) sebesar 103,80.

Reporter : Matthew Gregori Nusa
Editor : Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *