oleh

Luas Panen Padi Sebesar 9.883 Hektare, Kaltara Hasilkan 19.802 Ton Padi Selama 2020

TARAKAN – Berdasarkan hasil survei Kerangka Sampel Area (KSA), realisasi panen padi sepanjang Januari hingga Desember 2020 sebesar 9.883 hektare, atau mengalami penurunan sekitar 412 hektare (4 persen) dibandingkan 2019 yang mencapai 10.295 hektare.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara, Tina Wahyufitri, S.Si., M.Si mengatakan, puncak panen padi pada 2020 mengalami pergeseran dibanding 2019. Pada 2020, puncak panen terjadi pada bulan Maret, yaitu mencapai 1.808 hektar, sementara puncak panen pada 2019 terjadi pada bulan Febuari yaitu sebesar 2.285 hektar.

Sementara itu, luas panen padi pada Januari 2021 mencapai 2.092 hektar, dan  potensi panen sepanjang Februari hingga April 2021 diperkirakan seluas 4.023 hektar.

“Total potensi luas panen padi pada subround Januari-April 2021 mencapai 6.115 hektar, atau mengalami kenaikan sekitar 664 hektar (12,18 persen) dibandingkan subround Januari-April 2020 yang sebesar 5.451 hektar,” ujar Tina.

Baca Juga :  Kaltara Alami Inflasi Sebesar 0,87 Persen, Minyak Goreng Urutan Ketiga Andil Dominan

Dijelaskan Tina, produksi padi di Kaltara sepanjang Januari hingga Desember 2020 sekitar 33.574 ton gabah kering giling (GKG), atau mengalami kenaikan sekitar 217 ton (0,65 persen) dibandingkan 2019 yang sebesar 33.357 ton GKG.

Produksi padi tertinggi pada 2020 terjadi pada bulan Maret, yaitu sebesar 5.717,5 juta ton, sementara produksi terendah terjadi pada bulan November, yaitu sebesar 877,58 ton. Berbeda dengan produksi pada 2020, produksi tertinggi pada 2019 terjadi pada bulan Desember, yaitu sebesar 6.566,07 ton.

“Meskipun secara total luas panen padi pada 2020 menurun dibandingkan 2019, produksi padi berhasil dipertahankan pada 2020,” terangnya.

Baca Juga :  Pemkab KTT Gelar Pasar Murah di Tana Lia, Warga Merasa Terbantukan

Jika dilihat menurut kabupaten/kota, kenaikan produksi padi yang relatif besar pada 2020 terjadi di Kabupaten Tana Tidung (KTT) dan Kabupaten Bulungan. Tiga kabupaten/kota dengan total produksi padi GKG tertinggi pada 2020 adalah Bulungan, Nunukan, dan Malinau. Sementara itu, dua kabupaten/kota dengan produksi padi terendah adalah Kabupaten Tana Tidung dan Kota Tarakan.

Tina lanjut menjelaskan, jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi padi sepanjang Januari hingga Desember 2020 setara dengan 19.802 ton beras, atau mengalami kenaikan sebesar 128 ton (0,65 persen) dibandingkan 2019 yang sebesar 19.674 ton.

Produksi beras tertinggi pada 2020 terjadi pada bulan Maret, yaitu sebesar 3.372,15 ton. Sementara itu, produksi beras terendah terjadi pada bulan November, yaitu sebesar 517,59 ton. Berbeda dengan produksi pada 2020, produksi beras tertinggi pada 2019 terjadi pada bulan Desember, yaitu sebesar 3.872,57 ton.

Baca Juga :  Pertamina Jamin Stok Elpiji di Tarakan Aman

Sementara itu, produksi beras pada Januari 2021 sebesar 4.217 ton beras, dan potensi produksi beras sepanjang Februari hingga April 2021 sebesar 7.627 ton beras.

“Dengan demikian, potensi produksi beras pada subround Januari hingga April 2021 diperkirakan mencapai 11.843 ton beras, atau mengalami kenaikan sebesar 1.443 ton (13,87 persen) dibandingkan dengan produksi beras pada subround yang sama pada 2020 yang sebesar 10.400,51 ton,” tutupnya

Reporter : Matthew Gregori Nusa
Editor :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *