oleh

PTM Disarankan Kembali Ditunda, Ketua Komisi II DPRD Tarakan: Sedia Payung Sebelum Hujan

TARAKAN – Ketua Komisi II DPRD Kota Tarakan, Sofyan Udin Hianggio mengusulkan agar pemerintah menunda kembali pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Tarakan, seiring peningkatan kasus Covid-19 di Tarakan.

Pasalnya, sejak tiga minggu lalu, pihaknya telah memanggil Dinas Kesehatan dan OPD terkait, untuk bersama-sama meramu solusi terkait PTM ditengah-tengah pandemi.

“Maksud saya, supaya sedia payung sebelum hujan. Jangan sampai nanti sudah ada kasus, baru kita kelabakan,” ujar Sofyan Udin Hianggio saat dihubungi benuanta.co.id, Kamis (8/7/2021).

Baca Juga :  Malam Ini Tarakan Diprediksi Terjadi Hujan Ringan

“Mereka sudah hadir, pada saat itu Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan. Karena kami ingin tahu perkembangan Covid-19, kemudian kami melihat situasi dibeberapa luar daerah yang lonjakannya cukup luar biasa ditambah dengan varian baru,” tambahnya.

Namun, politisi partai Golkar ini berencana akan kembali memanggil Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk melakukan koordinasi. Ditambah, menurut informasi yang diterimanya bahwa varian delta yang kini merebak disejumlah daerah di tanah air. Jenis virus varian baru itu tidak mampu terdeteksi PCR, dan hanya bisa dideteksi dengan Low Dose CT Scan Paru (LDCT) atau Scan paru-paru yang bisa mendeteksi varian baru ini.

Baca Juga :  Kelayakan Lahan Pemakaman Covid-19, DPRD Tarakan Bakal Tinjau Lokasi dan Gelar RDP

“Kami juga kan melihat rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tarakan, bahwa kalau bisa PTM ini ditunda dulu. Karena banyak pelanggaran Prokes. Apalagi kita melihat kasus varian baru ini yang saya dengar dan tahu dari informasinya itu tidak terdeteksi PCR Swab. Itu menurut informasi, mengenai teknisnya kan dari rumah sakit atau Dinas Kesehatan yang paham kan. Lebih berbahaya lagi, mudah-mudahan di Tarakan tidak ada (varian baru),” tandasnya.(*)

Baca Juga :  Polres Tarakan Berikan Santunan Kepada IRT yang Mencuri Akibat Terpaksa

Reporter : Yogi Wibawa

Editor : Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *