TARAKAN – Sebuah video berdurasi 6 detik yang dikaitkan dengan kejadian penimpasan di RT 22 Jembatan Bongkok, Karang Anyar Pantai pada Senin (5/7/2021) lalu sempat menghebohkan masyarakat Kota Tarakan, Kepolisian pastikan hal tersebut hoax.
Untuk diketahui, video yang tersebar tersebut memperlihatkan seorang pria paruh baya yang terbaring di rumah sakit dengan dipenuhi luka benda tajam di sekujur badannya
Kapolres Tarakan, AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kasat Reskrim Polres Tarakan, IPTU Aldi mengatakan, diperkirakan video tersebut beredar usai menyebarnya kabar soal pengeroyokan dan penimpasan di Jembatan Bongkok.
“Berkaitan dengan video yang beredar saya berani pastikan hal tersebut merupakan video yang salah,” ujar Aldi.
Aldi menjelaskan, setelah video tersebut dicocokkan dengan korban, dan sangat berbeda sekali, mulai dari luka yang diterima korban hingga ke postur tubuh dan wajahnya juga sangat berbeda.
“Saya menyampaikan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam meneruskan atau mengekspos informasi, dan juga dalam menerima info, bisa saja salah seperti video tersebut,” terang Aldi.
Aldi lanjut menjelaskan, video atau foto dari korban, walaupun benar juga jangan disebarluaskan karena hal tersebut merupakan privasi dari korban.
“Jika sudah meresahkan masyarakat, pelaku penyebar akan di tracing dari video yang sudah disebar, kita coba klarifikasi dari pelaku, kita dalami niatnya dan modusnya seperti apa,” tutupnya.(*)
Reporter : Matthew Gregori Nusa
Editor : Ramli







