oleh

Bupati Bulungan Sepakat Kegiatan Keagamaan Tetap Berjalan Tapi Dibatasi

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan tak buru-buru menerapkan peniadaan kegiatan agama, seiring dikeluarkannya Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2021 khususnya pada asesmen Covid-19 level 4 di 43 kabupaten dan kota yang menerapkan PPKM Mikro.

Membahas hal itu Bupati Bulungan, Syarwani mengundang seluruh tokoh agama, pimpinan ormas keagamaan, Kementerian Agama Bulungan dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bulungan untuk mengambil satu keputusan yang terbaik.

“Kita undang semua pimpinan ormas keagamaan Bulungan untuk mendengarkan pandangan dan masukannya. Pada prinsipnya kita sudah mengambil keputusan kita tetap bisa melaksanakan ibadah, tapi dengan catatan menerapkan dan disiplin protokol kesehatan selama pelaksanaan ibadah,” ungkap Bupati Bulungan Syarwani kepada benuanta.co.id, Rabu 7 Juli 2021.

Baca Juga :  Rumah Pendeta di Desa Naha Aya Ludes Dilahap Si Jago Merah

Kata dia, secara teknis akan dituangkan dalam bentuk edaran dan pembatasan kegiatan. Misalnya untuk salat di masjid ada jarak yang diatur untuk tempat duduk dan shaf-nya. Lalu tidak menggunakan karpet dan tidak menyiapkan sajadah.

“Lalu harus dipastikan setiap warga masyarakat kita yang melaksanakan ibadah kita wajibkan menggunakan masker, inilah bentuk ikhtiar kita dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Syarwani mengatakan untuk pelaksanaan salat Jumat di Kabupaten Bulungan, warga diminta tidak hanya fokus dalam 1 masjid. Tetapi mengoptimalkan seluruh tempat baik langgar dan musala untuk digunakan melaksanakan salat Jumat.

“Jadi semua langgar atau musala dipakai untuk salat Jumat dan salat Idul Adha sampai tanggal 20 Juli mendatang. Kalau hari raya kurban tetap dilaksanakan tapi kita tidak izinkan melaksanakannya di lapangan terbuka,” jelasnya.

Baca Juga :  Sidang Dihadapan DPRD Bulungan, Syarwani Paparkan Sejarah Bulungan

Sedangkan untuk penyembelihan hewan kurban bisa dilakukan setelah 1 hari pelaksanaan salat Idul Adha yakni di hari kedua dan ketiga lebaran. Dia juga menyampaikan agar seluruh panitia kurban tidak membagikan langsung daging kurban kepada yang berhak. Melainkan harus diantarkan kerumah orang yang mendapatkan jatah daging kurban itu.

“Jangan sampai masyarakat yang langsung datang mengambil, tapi diantarkan oleh panitia,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Bulungan, Hamzah mengatakan apa yang telah diputuskan oleh Pemkab Bulungan sudah langkah yang tepat sehingga sejalan dengan instruksi dari Kemenag RI.

Baca Juga :  Kapolda Kaltara Hadiri Upacara HUT TNI Ke-76, Ini Harapannya

“Jadi ini kita tindaklanjuti ke seluruh komponen kita yang paling terbawah yakni KUA, penyuluh agama bagaimana penerapannya. Ini gayung bersambut kita sangat mendukung apa yang dilakukan oleh Bupati Bulungan yang tadinya meniadakan menjadi pembatasan,” tutur Hamzah.

Masih Hamzah keputusan Bupati Bulungan dinilai sangat bijak, pasalnya kondisi di Bulungan secara menyeluruh tidak sama. Kata dia, kebijakan itu masih sama dengan tahun sebelumnya hanya pembatasan maka penanganan Covid-19 berjalan baik, pergerakan ekonomi juga berjalan.

“Sehingga potensi kerawanan sosial bisa terminimalisir dengan baik. Jadi edarannya intinya untuk menyelamatkan masyarakat kita yang ada,” pungkasnya. (*)

Reporter : Heri Muliadi
Editor : Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *