oleh

Syarwani Harapkan Setiap Desa Terkoneksi Jaringan Telekomunikasi

TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan lakukan rapat koordinasi pemerintahan desa se Kabupaten Bulungan. Hadir dalam giat itu 74 kepala desa, sebagian diwakili oleh sekretaris desa dan perangkat desa.

Bupati Bulungan Syarwani memaparkan salah satu yang menjadi perhatiannya, berupa akses jaringan telekomunikasi yang perlu terkoneksi di setiap desa.

“Agenda tadi bagaimana mensinergikan program Pemerintahan Desa dengan program yang ada di Pemerintah Kabupaten Bulungan. Salah satu yang saya titip, program Pemerintah Daerah melalui program prioritas berupa Indonesia Pintar Desa Digital, masih ada daerah blank spot yang belum bisa dimaksimalkan,” ungkap Bupati Bulungan Syarwani kepada benuanta.co.id, Senin 5 Juli 2021.

Baca Juga :  Pemkab Bulungan Libatkan Perusahaan Perbaiki Jalan dan Jembatan Salimbatu

Dia menuturkan masih ditemukan adanya fasilitas dasar untuk komunikasi seperti jaringan telekomunikasi yang dibutuhkan masyarakat desa belum terpenuhi. Bahkan dia melihat untuk Kecamatan Peso, Peso Hilir dan Kecamatan Tanjung Palas Barat masih banyak desa yang belum terbangun jaringan telekomunikasi.

“Kalau di kalkulasikan terutama 3 kecamatan di hulu, tak hanya itu ada desa di Kecamatan Sekatak. Contoh lagi di Kecamatan Tanjung Palas yakni Desa Pejalin sama-sama kita mengalami tidak adanya jaringan, tentu ini menjadi kendala kadangkala,” jelasnya.

Baca Juga :  Sambut Hari Jadi Bulungan dan Tanjung Selor, Pemkab Lakukan Pemberian 10 Ribu Vaksin 

Mantan Ketua DPRD Bulungan ini mengatakan secara wilayah Desa Pejalin sangat dekat dengan ibukota, tapi warganya untuk mendapatkan layanan jaringan telekomunikasi harus ke tetangga yakni Desa Gunung Putih.

“Wacananya sendiri tak hanya dari Pemkab Bulungan, tapi ini harus komunikasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan jaringan penyedianya. Kita juga tidak bisa berharap cepat terealisasi, tapi ada langkah-langkah,” ujarnya.

Tak hanya itu, para Kades juga diingatkan agar pelayanan di desa lebih ditingkatkan, pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel. Terlebih saat ini setiap desa memiliki dana miliaran rupiah yang terdiri dari alokasi dana desa (ADD), dana bagi hasil pajak dan retribusi daerah, serta dana percepatan pembangunan penyediaan infrastruktur desa (P3ID).

Baca Juga :  Sidang Dihadapan DPRD Bulungan, Syarwani Paparkan Sejarah Bulungan

“Saya ingatkan bahwa besarnya dana yang dikelola di desa, jika tidak dikelola dengan baik, dikhawatirkan akan menjadi jebakan bagi seorang Kades. Saya meminta kepada kepala desa maupun lurah untuk lebih teliti dan jeli dalam melaksanakan setiap kegiatan, agar program strategis yang dilaksanakan di desa dan kelurahan, dapat berjalan lancar, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat di desa di Kabupaten Bulungan,” pungkasnya.(*)

Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *