NUNUKAN – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nunukan melakukan Deteksi Dini melalui tes urine di dua desa, yakni Desa Tanjung Aru dan Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Sebatik Timur, Ahad (27/6/2021).
Ini merupakan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), serta mewujudkan Desa Bersinar (bersih narkoba).
Dikatakan Koordinator P2M (Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat) BNNK Nunukan, Murjani Shalat SE, pemeriksaan urine secara maraton ini dimulai dari Kantor Desa Tanjung Aru.
Tes urine ini sebagai antisipasi bahaya penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan fisik serta mental. Untuk mulai melakukan pencegahan, maka dimulai dari desanya sehingga bersih narkoba.
Sebelum dilakukan tes urine, terlebih dahulu pengisian formulir dan registrasi peserta untuk bergantian memasuki toilet yang telah disediakan untuk pengambilan sampel urine sesuai dengan SOP, lalu menyetor sampel urine kepada petugas BNN.
“Di Desa Tanjung Aru didapatkan 50 sampel urine dan seluruh sampel dilakukan uji menggunakan rapid test narkoba enam parameter. Dari hasil pengujian 47 sampel dinyatakan negatif dan 3 sampel dinyatakan positif obat-obatan yang diresepkan oleh dokter,” kata Murjani.
Untuk di Kantor Desa Tanjung Harapan ada 40 sampel urine dan seluruh sampel dari hasil pengujian didapat 39 sampel dinyatakan negatif dan 1 sampel dinyatakan positif obat-obatan yang diresepkan oleh Dokter.
Menanggapi hasil pemeriksaan, Murjani Shalata menjelaskan, dirinya mengimbau kepada peserta yang dinyatakan positif obat-obatan untuk tidak panik dan jangan ada timbul fitnah. Karena pada saat mengisi formulir registrasi telah menyatakan bahwa dalam masa pengobatan dan dapat menunjukkan nama obatnya.
“Warga yang lain jangan sampai timbul fitnah kedepannya, yang hasilnya positif ini bukanlah positif karena narkotika,” papar Murjani.
Selain itu, di Desa Tanjung, lanjut Aru Budiman, dirinya sangat puas dengan hasil tes urine. Pasalnya tidak ditemukan positif. Dirinya berharap pemeriksaan urine selanjutnya tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan narkotika.
“Alhamdulillah Perangkat Desa, BPD, Ketua RT, Kepala Dusun, anggota PKK, Kader Posyandu, tokoh masyarakat/agama dan Karang Taruna, tidak ada yang terindikasi positif narkoba,” jelasnya.
Senada dengan Kepala Desa Tanjung Harapan, Haji Hamzah mengapresiasi kesadaran warganya. “Semoga warga Desa Tanjung Harapan senantiasa sadar bahwa dengan menghindari narkotika, semoga kehidupannya senantiasa berkah dan bahagia,” tutupnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: M. Yanudin







