oleh

Penyebab Kematian Masih Diselidiki, Polisi Ungkap Tak Ada Tanda-Tanda Kekerasan

TANJUNG SELOR – Kepolisian bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap penemuan mayat yang menggegerkan penghuni kontrakan di Jalan Ramania. Pasalnya, kondisinya sudah memprihatinkan, sekujur tubuh sudah mengeluarkan bau busuk.

“Untuk penyebabnya kami belum tahu secara pasti, hanya saja hasil pengamatan anggota saat olah TKP, untuk tanda-tanda kekerasan tidak ada kelihatan,” ungkap Kapolres Bulungan AKBP Teguh Triwantoro melalui Kasat Reskrim Polres Bulungan IPTU Khomaini kepada benuanta.co.id, Kamis 24 Juni 2021.

Baca Juga :  Gelar Pasukan Ops Patuh Kayan, Polres Bulungan Sasar Lokasi Rawan Laka dan Pengendara Langgar Prokes

Dia menuturkan penemuan mayat ini pertama kali dilihat oleh petugas telkom bernama Saiful Anwar dan Gafur Rahim yang akan membetulkan speedy milik salah satu pelanggannya di kontrakan yang dihuni oleh korban bernama Hasbi (60).

“Kedua petugas itu mencium bau busuk, merasa curiga petugas telkom tersebut mencoba melihat dari jendela kontrakan sebelah kanan, terlihat ada mayat tergeletak disamping motor dengan posisi terlentang tidak memakai baju,” ucapnya.

Baca Juga : 

Kata dia, saat itu petugas belum menemukan identitas mayatnya, pasalnya selama ini dikenal tertutup dan jarang bersosialisasi dengan tetangganya.

Baca Juga :  KAHMI Kawal Pernyataan Gubernur untuk Apresiasi Guru yang Mengabdi Puluhan Tahun

Saat melakukan identifikasi barulah identitasnya terbongkar, bernama Hasbi kelahiran Sidenreng Rappang (Sidrap) tanggal 3 Maret 1961 beralamat di Jalan P. Aji Iskandar RT 006 Kelurahan Juata Kerikil Kecamatan Tarakan Utara Kota Tarakan.

“Kami imbau bagi masyarakat yang mengenali korban atau siapa keluarga dari korban ini agar mendatangi Polres Bulungan atau ke rumah sakit Soemarno Sosro Atmodjo,” sebutnya.

Baca Juga :  Berlayar Selama 99 Hari, KRI Bima Suci Kembali Berlabuh di Tarakan

Saat tiba di lokasi kejadian di Jalan Ramania RT 21 Kelurahan Tanjung Selor Hilir, petugas pun mengevakuasi korban ke rumah sakit.

“Jadi di visum luar dulu di rumah sakit, setelah itu memeriksa saksi-saksi dan mencari pihak keluarganya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor : Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed