NUNUKAN – Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Nunukan melakukan uji coba aplikasi bernama SEPAKAT (Sinergitas Perangkat Daerah Dalam Rangka Akuntabilitas Kepala Daerah) yang bertujuan untuk memudahkan pelaporan data pemerintah daerah, diruang kerja asisten pemerintahan dan Kesra, lantai 4 kantor Bupati Nunukan, Selasa (22/6/2021).
Uji coba aplikasi SEPAKAT ini diawali oleh Finas Kesehatan (Dinkes), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nunukan, berhasil, sehingga akan direncanakan diluncurkan pada Jumat 25 Juni 2021.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Nunukan Muhammad Amin, mengatakan, Aplikasi Sepakat ini terbagi empat laporan, seperti Standar Pelayanan Minimal (SPM), Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah (LPPD), Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan, (SAKIP) dan Laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ).
“Aplikasi sepakat merupakan aplikasi Pemerintah daerah dalam hal penyampaian laporan yang dilakukan secara online yang terdiri dari empat laporan,” kata Muhammad Amin.
Sebelum proyek perubahan ini diluncurkan semua bentuk offline, dengan hadirnya aplikasi sepakat ini tentu akan mempermudah dalam bentuk pelayanan di setiap OPD. Namun ini ada tiga tahap yakni jangka pendek, menengah dan jangka panjang.
Jadi untuk jangka pendek ada lima OPD yang upload laporannya secara online, seperti Dinas lingkungan hidup, dinas kesehatan, pertanian, dan Diskominfotik Nunukan serta dinas sosial. “Kelima OPD itu yang akan menjadi pilot project atau proyek percontohan aplikasi sepakat,” jelasnya.
Untuk jangka menengah nantinya akan direncanakan pada akhir tahun 2021, dengan 20 perangkat daerah. Sedangkan jangka panjang pada tahun 2022 diperkirakan semua perangkat daerah bisa menggunakan aplikasi tersebut termasuk di kecamatan dan kelurahan.
Untuk mengatasi persoalan-persoalan jaringan pihaknya akan bekerja sama dengan instansi terkait dalam menghadapi hal tersebut sehingga bisa diatasi bersama.
“Insyaallah kita akan luncurkan aplikasi ini pada hari Jumat 25 Juni 2021. Dan tadi kita sudah melakukan ujicoba aplikasi di dua instansi dan itu berhasil,” terangnya.
Perlu diketahui Program Sepakat Proyek Perubahan (Proper) yang di angkat oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Nunukan Muhammad Amin sebagai peserta PKN-2 Lan RI Makassar dengan nomor peserta NDH 58, dan Pilot Projet ini nantinya akan menjadi bahan persentasi dan akan di pertanggungjawaban sebagai program peserta PKM 2 di LAN-RI Makassar.(*)
Reporter: Darmawan
Editor: Ramli







