oleh

Tokoh Masyarakat Bulungan Duduk Bersama Gubernur Kaltara Bahas Pemindahan Ibukota Bulungan ke Tanjung Palas

TANJUNG SELOR – Para tokoh Bulungan lakukan pertemuan dengan Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang, dalam rangka silaturahmi dan pembahasan pengembalian ibukota Kabupaten Bulungan ke Kecamatan Tanjung Palas.

“Yang kami bahas tadi masalah Keraton atau Istana Kesultanan Bulungan, kedua masalah pengembalian ibukota Kabupaten Bulungan ke Tanjung Palas,” ungkap Ketua Majelis Raya Ulun Belungon, H. Abdul Djalil Fatah kepada benuanta.co.id, Jumat 18 Juni 2021.

Dia mengatakan alasan pemindahan ibukota Kabupaten Bulungan ke Tanjung Palas karena masalah sejarah. Pasalnya pemerintahan Kesultanan Bulungan berdiri di Tanjung Palas, hal itu dibuktikan sejak Kesultanan Bulungan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1949. Saat itu status Kesultanan Bulungan berubah menjadi Swapraja dan Daerah Istimewa Bulungan.

Baca Juga :  Alumni AKABRI 1998 Kaltara Laksanakan Vaksinasi dan Bakti Sosial

“Ibukota Bulungan kan dulunya di Tanjung Palas, makanya kita inginkan kembalikan lagi kesana,” ujar Mantan Wakil Ketua DPRD Kaltara ini.

Hal itu akan seiring dengan terbentuknya Kota Tanjung Selor yang nantinya memiliki pemerintahan sendiri, yang dipimpin oleh Walikota dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sendiri. Maka status kabupaten harus tetap ada cara pindah ke tempat asalnya.

Baca Juga :  Monev Rumah Rehab, DPRKP Bulungan Katakan Sudah Sesuai

“Yang mendasar bahwa nanti Tanjung Selor jadi kota dengan adanya Walikota. Lalu yang lainnya dengan pembangunan kawasan khusus,” jelasnya.

Sebelumnya Bupati Bulungan Syarwani juga membahas terkait pemindahan ibukota Kabupaten Bulungan ke Tanjung Palas. Pasalnya, setelah Provinsi Kaltara terbentuk maka pusat pemerintahan Kaltara saat ini berada di Kecamatan Tanjung Selor, hal itu bersamaan dengan pusat pemerintahan Kabupaten Bulungan.

“Terkait pemekaran Tanjung Selor menjadi kota dan pemindahan Ibukota Bulungan ke Tanjung Palas, itu berjalan paralel,” ucap Bupati Bulungan Syarwani.

Baca Juga :  Korban Dugaan Kasus Investasi Tanah Bodong di Bulungan Berasal dari Tarakan Buka Suara

Dia menuturkan tentu harus diperjuangankan, jika Tanjung Selor cepat di DOB kan, maka paralel juga dan dipikirkan bersama bagaimana pemindahan ibukota Bulungan ke Tanjung Palas. “Itu proses ya, kalau saya mengalir saja,” jelasnya.

Syarwani sebagai putra daerah Bulungan mengatakan saat ini DOB masih dikunci dengan moratorium oleh pemerintah pusat. Sehingga DOB ini tidak dapat dilakukan dengan mudah, hal itu terlihat pemekaran desa yang masih sulit padahal salah satu menuju DOB adanya desa yang dimekarkan.(*)

Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed