oleh

TNBA dan KTH Floresta Kolaborasi Bangun Wisata Outbound Nunukan

NUNUKAN – Kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan lingkungan guna menjadikan objek sarana penunjang perekonomian sepertinya perlahan mulai tumbuh. Seperti yang dilakukan Kelompok Tani Hutan (KTH) Floresta yang berada di Jalan Persemaian RT 29, Kelurahan Nunukan Barat memanfaatkan lingkungan sekitarnya untuk dijadikan sebagai objek wisata baru di Nunukan.

KTH Floresta pun segera menghadirkan wisata outbound dengan mengandeng kerjasama komunitas pencinta alam The North Borneo Adventure (TNBA), yang memiliki sepak terjang dalam mengurus dan mengelola kegiatan alam tersebut.

Ketua TNBA, Ahmad Albar ditemui media ini mengatakan upaya yang dilakukan oleh komunitasnya dan KTH Floresta, semata-semata ingin meningkatkan destinasi wisata alam di Pulau Nunukan.

Baca Juga :  Oknum ASN di Krayan Diduga Terlibat Pungli Terhadap TKI
GOTONG ROYONG : Anggota TNBA Nunukan saat gotong royong.

Menurut dia, sejauh ini wisata Pulau Nunukan sejauh ini hanya identik dengan Pantai Eching, Air Terjun Binusan dan Mangrove.

“Kita harus akui bahwa saat ini destinasi wisata alam di Nunukan sangat kurang, tetapi bukan berarti wisata yang telah ada diabaikan. Oleh karena itu kami mencoba menghadirkan wisata pilihan bagi wisatawan yang menyukai tantangan,” ujar Ahmad Albar.

Pria yang akrab disapa Kopang ini juga mengungkapkan bahwa, areal yang dijadikan wisata outbound merupakan lokasi yang sudah mendapatkan izin dari pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dengan luas area kerja 75 Hektar.

Sejauh ini, dikatakan Kopang telah terbentuk 3 kelompok yaitu Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Agroforestry, KUPS Hasil Hutan Bukan Kayu, KUPS Sadar Wisata.

Baca Juga :  PWI Kaltara: Pembunuhan Wartawan Mencederai Demokrasi Indonesia

“Karna kami melihat ada potensi bisa dijadikan wisata, sepakatlah kami untuk menjalin kemitraan dengan pihak KTH Floresta,” ungkapnya.

Ditambahkan Kopang, salah satu tujuan dibentuknya wisata tersebut ingin meningkatkan kembali perekonomian masyarakat sekitar, yang nantinya di sekitar lokasi wisata akan dibangun beberapa kafe yang akan dikelola oleh masyarakat setempat.

“Insya Allah, kami step by step mengembangkan wilayah ini. Karena ini sifatnya jangka panjang, dan tetap memikirkan dampaknya yang sifatnya itu menguntungkan. Khususnya bagi masyarakat sekitar persemaian,” tambahnya.

Lebih jauh ia jelaskan, dalam pengelolaan wisata tersebut, TNBA dan KTH Floresta didampingi oleh Petugas Pendamping Lapangan (PPL) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara, Sundari Rahmawati, S.Hut, M.AP.

Baca Juga :  Rapat Koordinasi, Bupati Ingin Aset Daerah Kembali Ke Fungsi Pembangunannya

Adapun objek wisata yang telah menjadi program utama Wisata Borneo Floresta yaitu, wisata alam permaianan outbound, flying fox, camping ground, serta edukasi pengenalan jenis tanaman dan pohon.

“Sejak April wilayah ini telah kami garap, semua ini tak lepas dari kontribusi PPL Kehutanan Provinsi Kaltara, alhamdulillah wisata ini hampir selesai. Bantuan material berupa alat dan perlengkapan flying fox telah kami terima dari Dinas Kehutanan Kaltara, target kami wisata ini sudah beroperasi di bulan Juli ini,” pungkasnya. (*)

Editor : Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed