oleh

Biaya Rp 40 Ribu, Alat Skrining Genose C19 Tersedia di Pelabuhan Tengkayu I

TARAKAN – GeNose Covid-19 kini tersedia di Pelabuhan Tengkayu I guna memastikan penumpang terhindar dari penularan Covid-19.

Gajah Mada Elektronik Nose (Genos) di Pelabuhan Tengkayu I atau SDF baru bisa dimulai pada Rabu, 16 Juni 2021 setelah sebulan proses administrasi melalui Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

“Genose ini merupakan upaya screening untuk memastikan penumpang terbebas dari Covid-19 saat melangsungkan perjalanan,” jelas dr. Wiranegara Tan kepada benuanta.co.id pada Kamis, 17 Juni 2021.

Dikatakannya, Genose memiliki tingkat keakuratan yang tinggi, bahkan telah mendapat persetujuan Presiden Joko Widodo untuk digunakan ke seluruh tanah air.

Baca Juga :  Semangat Kemerdekaan Bersama Telkomsel : Buka Peluang untuk Tumbuh

“Untuk keselamatan banyak orang, kita juga harus memberikan keterjangkauan bagi masyarakat. Genose di pelabuhan ini biayanya 40.000 rupiah, sangat terjangkau bagi masyarakat bahkan kalau saya dapat bahan lebih murah, tidak masalah harganya 30.000 rupiah,” tambah mantan Direktur RSUD Tarakan ini.

Pihaknya yang telah mendapat izin dari Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, SH.,M.Hum, berjibaku akan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Baca Juga :  Wakapolda Tinjau Vaksinasi Massal dan Bakti Sosial Polda Kaltara

Layanan Genose tersebut membuka pelayanan sejak pukul 07.00 sampai dengan 17.00 WITA setiap harinya dengan dukungan tenaga dokter dan 2 unit alat yang dipastikannya tidak membuat antrian panjang.

dr. Wira mengatakan hasil pemeriksaan Genose ini berlaku 24 jam untuk keperluan perjalanan laut, sungai dan udara, serta tidak terdapat kerumitan dalam pemeriksaannya.

“Persyaratannya mudah hanya Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan keterangan perjalanan. Pemeriksaannya juga tidak membuat kita merasa sakit, hanya mengembuskan udara dari mulut lalu yang ditampung dalam kantongan kemudian akan dianalisis oleh sistem,” ucap dia.

Baca Juga :  Korban Dugaan Kasus Investasi Tanah Bodong di Bulungan Berasal dari Tarakan Buka Suara

Meski begitu, ia memastikan setiap saat penumpang bisa menerima pelayanannya, hanya saja dianjurkan apabila usai makan atau merokok sebaiknya berkumur air dan puasa selama satu jam. Bila tak begitu, katanya akan terdeteksi positif, namun dapat dilakukan pengecekan ulang.

“Ini sangat akurat, kalau yang terdeteksi virus maka positif lah hasilnya,” tutup dia.(*)

Reporter: Kristianto Triwibowo
Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed