oleh

Perawatan Jalan Sudah Berjalan, Ingkong Ala Sebut Ada yang Asal-asalan

TANJUNG SELOR – Semua perusahaan yang memiliki usaha di sekitar jalan umum diinstruksikan untuk melakukan perbaikan. Salah satunya poros Tanjung Palas Timur yang selama ini dikeluhkan karena mengalami kerusakan berat berupa jalan berlubang.

Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang SH M.Hum sebelumnya telah mengundang perusahaan perkebunan yang ada di sekitar jalan poros Tanjung Palas Timur untuk ikut berkontribusi melakukan perbaikan. Terutama melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Menindaklanjuti hal tersebut Pemerintah Kabupaten Bulungan pun ikut dalam melakukan pengawasan. “Kita temukan dari perawatan jalan ruas Tanjung Selor menuju Tanah Kuning belum maksimal. Memang sudah berjalan tapi material yang digunakan berbeda-beda, ada jenisnya bagus ada juga yang tidak,” ucap Wakil Bupati Bulungan, Ingkong Ala kepada benuanta.co.id, Senin 14 Juni 2021.

Baca Juga :  Tak Hadiri Jadwal Vaksinasi Antrean Dihapus, Satgas Covid-19 Kaltara Angkat Bicara

Menurut Ingkong Ala, kualitas bahan material sangat mempengaruhi kondisi jalan. Jika menggunakan bahan yang bagus, tentu jalan yang ditimbun dengan tanah ini tidak akan becek. Tapi berbeda saat menggunakan bahan yang kurang layak, maka jalannya akan cepat rusak, terlebih beban kendaraan yang melewatinya cukup berat.

“Selain itu, kita temukan ada pemilik alat yang bekerja serius, ada yang tidak serius. Makanya kita minta perusahaan yang punya alat agar pantau juga kegiatannya di lapangan,” jelasnya.

Baca Juga :  Kunjungan ke IMIP Morowali, Gubernur Sebut KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi Bakal Lebih Besar

“Ada laporan jalannya memang sudah ditimbun, tapi malah rusak dan membuat orang jatuh. Seharusnya tanah timbunan ini dicampur dengan batu pecah atau pasir batu. Jadi kalau tanah saja tentu jalannya makin rusak dan berlumpur,” sambungnya.

Ingkong Ala menambahkan, untuk pengerjaan jalan itu semua perusahan dikenakan beban. Di antaranya yang berkontribusi adalah PT Tunas Borneo Plantation (TBP) 1 dan 2, PT Abdi Borneo Plantation (AB), PT Agro Sawit Mas Lestari (ASML), PT Prima Bahagia Permai (PB), PT Dharma Inti Sawit Lestari (DISL), PT Sawit Berkat Sejahtera (SBS) dan PT Kayan Plantation.

Baca Juga :  Melalui Gratieks, Mentan SYL Dorong Eksportir Muda di Kaltara Pacu Ekspor

“Yang pasti semua perusahaan yang beroperasi di Tanjung Palas Timur mendapatkan bagian untuk mengerjakan. Begitu juga wilayah Peso dikerjakan oleh perusahaan sawit yang ada di sana,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Heri Muliadi

Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed