oleh

Sempat Dihentikan Gubernur Lama, Program Dokter Terbang Kembali Dilanjutkan

TANJUNG SELOR – Layanan dokter terbang kembali berjalan pada tahun ini. Dokter terbang ini diutamakan untuk melayani masyarakat di daerah perbatasan. Di mana anggarannya bersumber dari pemerintah pusat, yakni anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) serta dari Pemerintah Provinsi Kaltara yang berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

“Untuk tahun ini pelayanan dokter terbang kembali berjalan, itu yang bersumber dari APBD dan APBN,” ungkap Kabid Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kaltara, Dedy Prasetya Noor kepada benuanta.co.id, Sabtu 12 Juni 2021.

Baca Juga :  Klarifikasi Isu Pilih Paslon Lain, Keluarga Besar Limex Group Bulungan Tegaskan Dukung Penuh ZIYAP

Dia menyebutkan, besaran anggaran APBD untuk layanan dokter terbang itu sekitar Rp 980 juta. Diperuntukkan di 10 titik di daerah perbatasan dan daerah terpencil Kabupaten Malinau dan Nunukan

“Jadi anggaran APBD ini kita akan bagi masing-masing daerah dapat 5 atau menyesuaikan,” ucapnya.

Kata dia, yang berjalan dari APBD ini baru di Kabupaten Malinau sekitar bulan Maret 2021 lalu, daerah yang terlayani saat ini di wilayah Setulang untuk pertama kalinya. Di mana jadwalnya sudah tersusun hingga akhir tahun untuk 10 titik layanan itu. “Untuk APBD ini baru sekali di daerah Setulang,” bebernya.

Baca Juga :  Jelang PTM Tingkat SMA, Tenaga Pengajar Masih Banyak Belum Divaksin

Layanan dokter terbang ini sempat terkendala, karena adanya kebijakan kepala daerah untuk dihentikan sementara. Terutama untuk perjalanan dinas, sementara Dinas Kesehatan merupakan dinas teknis di semua kegiatan ada perjalanan dinasnya.

“Tapi sudah kembali fungsinya atas kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru agar berjalan lagi,” paparnya.

Dedy mengatakan, anggaran yang bersumber dari APBN untuk pelayanan kesehatan bergerak itu hanya fokus pada 1 titik, yakni di daerah Pujungan nilainya Rp 1 Miliar.

Baca Juga :  Pele: Saya Lebih Baik dari Messi dan Ronaldo

“Karena ini melihat dari akomodasi transportasinya, itu sudah kita kalkulasikan sekitar 4 kali terbang,” sebutnya.

Hanya saja di APBN ini sudah mencakup semua, salah satunya ada pemberian edukasi dan pelatihan kepada tenaga perawat dan bidan yang ada di Pujungan.

“Kemudian cara bagaimana penanganan pasien yang terkena penyakit tertentu, itu edukasinya dari dokter spesialisnya langsung,” tuturnya.

Dirinya berharap agar pelayanan dokter terbang ini dapat dirasakan manfaatnya oleh setiap masyarakat di wilayah perbatasan. (*)

Reporter: Heri Muliadi
Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed