oleh

Kembangkan Potensi di Kaltara, Pemprov Lakukan Studi Kelayakan

TANJUNG SELOR – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Utara melihat potensi di provinsi bungsu ini yang sangat besar. Sehingga perlu dikembangkan agar bermanfaat bagi masyarakat.

“Banyak sih potensi yang mau kita promosikan kedepan. Tahapan kita pertama melakukan pemetaan potensi dilakukan di kabupaten kota. Itu sudah ada beberapa ditindaklanjuti dengan menyusun studi kelayakan seperti di Tarakan, Tana Tidung dan Malinau,” ungkap Plt Kepala DPMPTSP Kaltara Risdianto melalui Kasi Perencanaan Sektoral dan Pengembangan Potensi Daerah, Rahman Putrayani kepada benuanta.co.id, kemarin.

Untuk Kota Tarakan, telah dilakukan studi kelayakan pada sektor perikanan, khususnya pengembangan potensi kepiting bakau. Potensi ini sangat besar, namun untuk legal standing pada ekspornya masih belum tercatat dengan maksimal.

“Jadi sekarang ada kemudahan dari pemerintah melalui Disperindagkop pada bidang perdagangan mengeluarkan surat keterangan asal. Sehingga produk kepiting yang kita hasilkan sudah ada keterangan asalnya dari Kaltara itu, akhirnya tercatat di dalam perdagangan internasional,” jelasnya.

Baca Juga :  Diduga Lakukan Penganiayaan dan Kelalaian Terhadap Ibunda, Mukhlis Laporkan RSUD Tarakan ke Polisi

Kemudian di Malinau potensi yang dilirik pada sektor pariwisata, terutama untuk wisata budaya dan alamnya. Pasalnya potensi itu sangat menjual, sehingga dapat memberikan efek yang baik kepada masyarakat Malinau.

“Di Malinau yang sudah dikaji seperti wisata Pulau Sapi jadi ikon kita, terus Air Terjun Semolon dan beberapa desa wisata lainnya, seperti Setulang, Hutan Adat Tanah Olen, itu kita coba  tawarkan ke investor bahwa ini layak untuk dikembangkan kedepannya,” ucapnya.

Untuk di Kabupaten Tana Tidung (KTT) DPMPTSP telah melakukan studi kelayanan untuk sektor pariwisata, khususnya wisata Air Terjun Gunung Rian. Rahman mengatakan, spot alamnya sangat bagus, saat ini tinggal bagaimana mengembangkannya saja.

“Salah satu kendalanya memang masih berada di dalam kawasan perusahaan seperti Intraca dan perusahaan lainnya. Tapi itu sudah kita sampaikan kepada Pemkab Tana Tidung supaya disiapkan lahan, setidaknya ada 20 hektare lah untuk dikembangkan spot wisatanya,” tuturnya.

Baca Juga :  Dibuntuti Hingga ke Juata Kerikil, TA Disergap di Dalam Mobil Bawa Sabu dan Bong

Karena miliki nilai jual, pihaknya akan menawarkan kepada Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC). Di mana perusahaan ini merupakan BUMN milik Kementerian Pariwisata.

“ITDC itu perusahaan pengembangan wisata yang ada di Bali. ITDC inilah yang bisa diajak bekerjasama mengenalkan spot-spot wisata yang ada di Kaltara,” paparnya.

Lalu potensi yang dilirik di Kabupaten Nunukan saat ini baru menyasar ke sektor perikanan berupa rumput laut. Katanya, ini akan digandeng dengan potensi rumput laut di Tarakan.

“Di mana rumput laut ini coba kita tawarkan kepada investor terkait industri pengolahan. Karena selama inikan hanya di ekspor mentah, kalau bisa diolah kan bisa menambah nilai jual dan bisa meningkatkan ekonomi,” bebernya.

Baca Juga :  Memasuki 2021, Alokasia Masih Menjadi Primadona Diminati Masyarakat Luar Kaltara

“Kalau di Bulungan itu malah banyak, sementara belum ada studi kelayakan karena memang investasinya sangat besar di sini. Karena ada KIPI yang coba kita tawarkan, itu ada industri smelter, industri olahan kayu, pengolahan hasil alam dan PLTA,” sambungnya.

Dia menambahkan, Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan mega proyek yang ada di Bulungan yang akan dikelola oleh Kayan Hidro Energi (KHE).

“Kalau di Malinau investornya yang mau masuk FFI itu. Rencananya kita akan bangun 4 PLTA, ada 3 di Malinau dan 1 di Bulungan. Di Malinau itu di atas Kayan, jadi mereka bangun PLTA dan hidro powernya dulu, setelah itu baru bangun industrinya di KIPI. Di mana nilai investasi nya sekitar Rp 180 triliun,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi
Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed