oleh

Ratusan Babi Hutan dan Babi Ternak di Kaltara Mati Mendadak, Diduga Terjangkit Virus ASF

TANJUNG SELOR – Ratusan ekor babi hutan mengalami mati mendadak beberapa daerah di Kaltara, diduga terserang penyakit Virus African Swine Fever (ASF). Kondisi ini membuat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kaltara turun melakukan identifikasi dan pengambilan sampel.

“Petugas saat ini turun ke lapangan, baik dari Provinsi maupun Kabupaten Bulungan melakukan identifikasi,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara Wahyuni Nuzband melalui Kasi Kesehatan Hewan DPKP Kaltara, Supardi kepada benuanta.co.id, Jumat 11 Juni 2021.

Dia mengatakan, sejak awal tahun pihaknya melakukan antisipasi, pasalnya di bulan Februari 2021 daerah Sabah Malaysia sudah mewabah penyakit ASF ini. Kemudian di bulan Maret 2021 ditemukan banyaknya babi hutan yang terjadi di Tolin Onsoi Sebuku.

Baca Juga :  “Kaltara Rumah Kita” untuk Bangun Masyarakat yang Berbudaya

“Ditemukan warga banyak babi terbawa arus yang sudah mati berasal dari Sabah. Jumlahnya ada 20 ekor saat itu,” jelasnya.

Hanya saja, DPKP Kaltara belum sempat melakukan identifikasi, karena masyarakat langsung menguburkan bangkai babi. Berselang beberapa hari baru dilaporkan.

“Karena kita mau tahu penyebabnya, maka kita instruksikan petugas mengambil sampel untuk dikirim ke laboratorium Balai Veteriner Banjar Baru. Hasilnya semuanya negatif ASF,” ujarnya.

Tak lama kemudian di bulan Mei 2021, terjadi lagi kematian babi hutan maupun yang diternak warga dalam jumlah besar. Informasi yang diperoleh DPKP, babi yang mati mendadak berjumlah kurang lebih 100 ekor.

“Nah kami waspada lagi karena berbatasan langsung dengan Bulungan. Kurang lebih 2 minggu kemudian, ada laporan dari aparat di Peso bahwa ada kematian babi lagi,” ucap Supardi.

Baca Juga :  KPU Tunda Pilkada Serentak 2020 Sebagai Dampak Penyebaran COVID-19

Kata dia, kematian babi di Kecamatan Peso itu baru terjadi di bulan Juni 2021. Dalam laporannya ada 40 ekor yang mati mendadak. Untuk memastikan apakah terjangkit ASF atau bukan, Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan saat ini turun menyelidiki dan mengidentifikasinya.

“Jadi di Kaltara ini masih dugaan atau suspek semua, tapi di Berau sudah positif ASF maka kita arahkan pemeriksaan. Karena belum ada hasil maka belum dapat disimpulkan apakah ASF atau bukan,” tuturnya.

Tak hanya di Nunukan dan Bulungan, kematian babi juga dilaporkan di Malinau sekitar 2 hari lalu. Jumlahnya cukup besar, yakni sekitar 65 ekor babi yang mati baik babi hutan maupun yang diternakkan masyarakat.

Baca Juga :  SPPBE & SPBE di Tarakan Diresmikan, Ibrahim Ali Harap Juga Dapat Menyuplai ke KTT

“Di Malinau itu di Kecamatan Mentarang Hulu ada 65 ekor secara mendadak. Ada dua dugaan bisa ASF dan kedua karena adanya banjir kemarin, karena sebelumnya ada sapi yang mati selepas makan rumput selepas banjir,” beber Supardi.

“Termasuk di Krayan ada kematian babi hutan dan diternakkan itu sebanyak 24 ekor,” tambahnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang daerahnya terdapat banyak babi yang mati, agar lebih waspada. (*)

Reporter: Heri Muliadi
Editor: M. Yanudin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed