oleh

Gubernur Prihatin Kondisi Wisma Khusus Lansia Kurang Layak, Rencana Direhab Total

TANJUNG SELOR – Memperingati Hari Lanjut Usia Nasional ke 25 tahun, Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang melakukan kunjungan ke UPT Panti Sosial Tresna Werdha Marga Rahayu Tanjung Selor. Gubernur menyoroti bangunan yang ditempati para lansia yang dinilai kurang layak.

“Setelah kita melihat kondisi bangunan di panti jompo ini, kita harus melakukan renovasi wisma ini supaya lebih layak dan lebih bersih,” ungkap Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang kepada benuanta.co.id, Rabu 8 Juni 2021.

Baca Juga :  Produksi Budidaya Perikanan Kaltara Capai 536,9 Ton

Kata dia, walaupun anggaran dilakukan recofusing, ia berharap ada anggaran untuk melakukan perbaikan wisma khusus yang letaknya di Jalan Kakak Tua ini.

“Untuk anggaran masih akan dihitung oleh dinas terkait. InsyaAllah tahun ini doakan segera terealisasi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kaltara, Hari Rudiyono menuturkan telah melakukan rencana rehabilitasi secara bertahap terhadap bangunan wisma khusus tersebut. Pasalnya UPT Panti Sosial merupakan bangunan lama yang didirikan sejak Bulungan masih bagian dari Provinsi Kalimantan Timur.

Baca Juga :  Proyek Sungai Perikanan, Ketua DPRD Kaltara Minta Dinas Terkait Carikan Solusi untuk Nelayan

“Dilakukan rehab bertahap, seperti jalan ini dulu tidak bisa dilalui tapi sekarang sudah bisa dilalui mobil. Nanti kami prioritaskan dengan dukungan pak Gubernur untuk bangunan wisma khusus didalamnya lansia yang sudah tidak bisa bergerak,” ujar Hari.

Model bangunannya akan dijadikan seperti bangsal rumah sakit. Dia mengatakan penganggarannya masih akan dilakukan pembahasan dengan Bappeda Litbang Kaltara.

“Kalau kisaran itu sebesar Rp 2 Miliar, ini akan direhab total karena model bangsal, kamar mandi butuh renovasi dan di ruangan lansia itukan mesti ada handle dipinggir yang terbuat dari stainless belum ada,” jelasnya.

Baca Juga :  Akabri 98 Nawahasta laksanakan Vaksinasi dan Baksos di Mako Polda Kaltara

Hari Rudiyono mengatakan bangunan wisma khusus ini tidak dibuat berkamar tapi ruangan luas. Rencananya akan dibuat 2 bangunan khusus lansia pria dan wanita.

“Penghuni wisma khusus saat ini ada 34 orang dari kapasitas 70 orang,” tutupnya.(*)

Reporter: Heri Muliadi
Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed