oleh

Baru 15 Lansia di Nunukan Selatan Menjalani Vaksinasi

 

NUNUKAN – Pemerintah Daerah (Pemda) Nunukan telah mengadakan vaksinasi Covid-19 untuk lanjut usia (lansia) di Kabupaten Nunukan. Seperti yang dilakukan di Puskesmas Sedadap, Nunukan Selatan, Kamis 10 Juni 2021.

Sebanyak 240 vial vaksin Covid-19 dengan 2.400 dosis yang diperuntukkan untuk orang lanjut usia (lansia), tenaga pendidik dan disabilitas, akan disalurkan ke fasilitas kesehatan (faskes) di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Nunukan.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Nunukan, ada 11.392 lansia di Kabupaten Nunukan untuk tahap awal akan diberikan kepada 1.000 orang.

Baca Juga :  Curi Uang dan HP, Residivis Kembali Diciduk Polisi

Untuk tenga pendidikan juga akan mendapatkan 1.000 dosis vaksinasi se-Kabupaten Nunukan. Sedangkan 400 dosis akan diberikan ke OPD yang ada di Nunukan. Seperti Imigrasi, Disdukcapil, KSOP, inspektorat, dan Pendapat Daerah, dan total keseluruhannya 2.400 dosis.

Kepala Puskemas Sedadap, Nunukan Selatan, dr Evi Maryani, mengatakan di Nunukan selatan hanya mendapatkan Kouta sebanyak 96 orang, dan yang baru mendapatkan vaksinasi sebanyak 15 orang lansia pada Kamis (10/6/2021).

“Vaksinasi terhadap lansia ini berjalan dengan lancar mereka melakukan pendaftaran melalui link yang telah disediakan dan datang sendiri ke puskesmas Sedadap untuk mengambil formulir. Untuk kedepannya kita akan jemput bola, kami yang akan mendata untuk memenuhi kouta vaksinasi,” kata Evi Maryani, kepada benuanta.co.id.

Baca Juga :  Ketua TP-PKK Kaltara Edukasi Gizi Seimbang Kepada Ibu Hamil

Dia juga menjelaskan, banyak Lansia di Nunukan Selatan takut untuk diberikan vaksinasi dikarenakan banyaknya melihat pemberitaan hoaks di media sosial.

“Vaksinasi yang kita berikan ini adalah sinovac dengan manfaat sekitar 75 persen sangat besar untuk melindungi tubuh kita dari serangan virus.

Perlu komitmen Pemerintah Daerah untuk membantu lansia agar datang ke lokasi vaksinasi, karena adanya kekhawatiran yang justru datang dari anak-anak para lansia.

Baca Juga :  Pastikan Aman Dikonsumsi, BKIPM Ambil Sampel Ikan di Pasar Inhutani Nunukan

“Anak-anak dari lansia ini perlu kita sosialisasikan dengan baik. Ini perlu kerja sama dari kita semua terutama mensosialisasikan sisi keamanan dari vaksinasi dan memang orang tua harus kita lindungi dari COVID-19. Karena lansia itu fatality rate-nya hingga 50% apabila terinfeksi COVID-19,” jelasnya.

“Yang paling penting saat ini adalah menumbuhkan kesadaran, terutama kepada masyarakat, bagi mereka yang memiliki orang tua, kakek, dan nenek utamanya harus memahami pentingnya vaksinasi ini untuk melindungi mereka,” imbuhnya. (*)

Reporter: Darmawan
Editor : Nicky Saputra

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed