oleh

Surat Terbuka untuk Gubernur Kaltara dan Bupati Nunukan

Oleh: Asnawi Arbain MH.
(Tokoh Pemuda Kaltara)

SEMBAKUNG BERDUKA, DUKA UNTUK KALTARA

TANPA terasa air mata menetes mendengar kabar terbaliknya SB Ryan, speedboat dari Tarakan menuju ke Sembakung, yang memakan 5 korban jiwa, 3 di antara adalah anak-anak kecil. Sementara 1 orang lagi dalam proses pencarian. Transportasi Kaltara kembali diselimuti awan kelabu.

Tanpa bermaksud mencari siapa yang salah, karena kita sadar kehidupan, kematian, jodoh dan rezeki itu pasti merupakan kehendak dari yang Maha Kuasa, tak mungkin manusia menolaknya. Namun alangkah bijak bila dengan kejadian ini menjadi ibroh dan evaluasi kita semua, baik dari pemerintah daerah, pihak pengusaha transportasi, dan masyarakat.

Beberapa hal yang kami kemukakan ini menyangkut ikhtiar bersama mencari jalan baik untuk perbaikan dunia transportasi laut kita di Kaltara, khususnya di jalur Sembakung – Tarakan. Di antaranya:

Baca Juga :  Hujan Lebat Sejak Dini Hari, Sebabkan Longsor dan Banjir di Tanjung Selor

1. Transportasi laut-sungai di Kaltara masih sangat dominan menjadi jalur transportasi orang dan barang, karena memang secara geografis Kaltara didominasi oleh laut dan sungai-sungai. Ada 4 empat sungai besar yaitu Sungai Sembakung, Sungai Sesayap, Sungai Kayan dan Sungai Sebuku.

Karena itu, jalur transpotasi ini sama pentingnya dengan transportasi darat dan udara. Perlu perhatian kita bersama karena jalur rawan terjadi kecelakaan dan memakan korban jiwa.

2. Dari segi regulasi keselamatan dan kenyamanan, transportasi laut dan sungai sudah sangat memadai, ndang-undang bahkan Perdanya. Namun kita harus jujur bahwa pengawasan dan konsistensi belum maksimal. Kelayakan speedboat dan pengawasan di pelabuhan terhadap pelaksanaan aturan kelayakan dan kenyamanan serta keselamatan pelayaran.

Baca Juga :  Revitalisasi Lahan Non Produktif di Provinsi Kalimantan Utara

3. Adapun khusus jalur Sembakung -Tarakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dan Pemerintah Kabupaten Nunukan  harus memberikan pemecahan masalah secara komprehensif. Yaitu dengan memotong jalur atau mempersingkat jarak tempuh speedboat dengan memindahkan titik berangkat Sembakung  yang sekarang berada di Desa Atap ke Desa Tepian. Bila ini bisa dilakukan, maka jarak tempuh yang biasa kurang lebih 4 jam, akan menjadi 1,5 jam.

Selain mempersingkat jarak tempuh, pemindahan titik berangkat ini akan memotong jalur sungai sembakung yang  berkelok-kelok dan sering banjir. Dapat dipastikan pula adanya pemindahan titik berangkat ke desa Tepian ini akan ramai karena dimanfaatkan oleh masyarakat Kaltara yang berada di 4 kecamatan. Yaitu : Sembakung, Sebuku, Sembakung Atulai dan Tulin Onsoy.

Baca Juga :  Dua Daerah Masih Sumbang Kasus Positif, 3 Daerah Absen Hari Ini

Untuk itu harus dibuat jalan darat yang menghubungkan Desa Atap ke Desa Tepian sepanjang kurang lebih 30 kilometer. Badan jalan sdh tersedia karena merupakan jalur darat yang sudah dibuat oleh beberapa perusahaan Sawit yang beroperasi di wilayah Sembakung.

Sungguh kami menyadari sepenuhnya bahwa pembangunan dan kebijakan-kebijakan pemerintah daerah punya prioritas, tapi memastikan rakyatnya selamat adalah salah satu fungsi dan tujuan dari berdirinya negara ini, dan melindungi segenap bangsa Indonesia. Kami mungkin tak punya kuasa memaksa tapi biarlah foto-foto korban kecelakan ini yang mengetuk hati nurani kita semua. Wallahu’alam bishhowab.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed