oleh

Pemulihan Ekonomi Butuh Strategi Jitu Kepala Daerah

PEMULIHAN ekonomi menjadi salah satu tantangan seluruh kepala daerah di Kalimantan Utara (Kaltara) pada masa pandemi Covid-19. Sejak tahun 2020, hampir seluruh sektor perekonomian daerah terusik dengan adanya badai Covid-19 yang tak kunjung mereda. Meski beberapa kebijakan pemerintah pusat dalam melonggarkan pembatasan untuk mendorong ekonomi, namun hal tersebut belum cukup menggerakkan laju perputaran ekonomi daerah. Butuh strategi jitu setiap kepala daerah untuk mengembalikan nafas perekonomian agar tak terus larut dalam belenggu pandemi Covid-19.

LENGKAP sudah roda pemerintahan Kaltara usai dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Nunukan oleh Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang pada 2 Juni 2021 lalu. Empat kabupaten di Kaltara kini memiliki pemimpin daerah yang siap memberikan yang terbaik. Terlebih untuk pemulihan ekonomi yang tentunya menjadi salah satu tantangan kala pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Setiap kepala daerah harus putar otak, sekaligus menyusun strategi agar roda perekonomian di daerahnya kembali bangkit dari tekanan Covid-19 yang menganggu berbagai sektor perekonomian.

Meski pergerakan ekonomi Kaltara tak seburuk badai pandemi Covid-19 di awal tahun 2020, namun hal itu tak dapat menjadi patokan lantaran masih banyak sektor ekonomi yang masih terpuruk dan butuh perbaikan. Belum lagi potensi ekonomi lainnya yang harus dimaksimalkan untuk pemasukan daerah, juga harus dijalankan berbarengan dengan pemulihan sektor ekonomi lainnya yang masih berjalan lamban.

Melihat hal itu, seluruh jajaran pemerintahan daerah harus bahu membahu meracik strategi ekonomi. Terlebih, potensi sumber daya alam di Kaltara tentu dapat menjawab tantangan pemulihan ekonomi tersebut. Mulai dari pertanian hingga perikanan dipercaya mampu memberikan pemasukan terhadap daerah bila digarap maksimal. Kepala daerah juga dituntut mampu melihat peluang investasi, serta lobi-lobi yang mampu membawa perkembangan ekonomi sekaligus dapat menciptakan lapangan kerja di Kaltara.

Seperti yang diungkapkan Gubernur Zainal usai melantik Bupati dan Wakil Bupati Nunukan, yang mengharapkan keduanya tak hanya berfokus pada sektor infrastruktur, kesehatan dan pendidikan yang akan dilaksanakan selama periode 2021-2024. Gubernur juga mengharapkan keduanya agar menggiatkan sektor pertanian dan perikanan. Gubernur Kaltara berpendapat sektor perikanan akan menjadi ikon Kaltara di masa yang akan datang.

“Karena sektor perikanan inilah yang akan menjadi ikon Kaltara nanti, karena sumber daya kita sangat besar,” ujarnya.

Baca Juga :  Minol Dapat Sebabkan Sirosis Hati Hingga Kematian

Pihaknya juga berjanji agar hasil laut di Nunukan dan daerah lain diperhatikan, dengan menarik investor masuk ke Kaltara untuk mengolahnya. Tujuannya agar ekonomi di daerah meningkat sehingga dapat mensejahterakan masyarakat. “Kita akan menggiring beberapa pemodal untuk masuk ke Kaltara agar bisa menampung hasil para nelayan. Tentu ini bisa menjadi unggulan di Kaltara,” paparnya.

Mengenai sektor pertanian, Kaltara disebutnya sangat cocok menjadi lumbung pertanian lantaran wilayah geografis yang sangat memadai. Dengan begitu, ia berharap setiap kepala daerah tak menyia-nyiakan lahan pertanian yang sedang tertidur. Jika dimanfaatkan dengan maksimal, ia percaya pertumbuhan ekonomi Kaltara lambat laun terus membaik.

“Wilayah kita luas, dengan modal iklim dan dataran menjadi modal utama untuk melaksanakan pertanian yang lebih baik,” tutupnya.

Sementara itu, Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid memaparkan sebagai incumbent atau petahana, program yang akan dijalankan dari 2021-2024 tak banyak berubah dari periode sebelumnya. Singkatnya, ia hanya melanjutkan program kerja yang telah ia kerjakan di Nunukan. “Pada prinsipnya pemerintahan di periode kedua ini kita melanjutkan program-program yang sebelumnya belum selesai di periode pertama,” ungkap Laura.

Dia mengatakan, masih dalam suasana pandemi Covid-19 sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo maka anggaran sebagian besar di refocusing untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 serta pemulihan ekonomi.

“Terkait dengan program dan sebagainya itu kita satu pintu dengan pemerintah pusat dalam pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19,” ujarnya.

Selain Nunukan, Wempi-Jakaria lebih dulu dilantik oleh Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang SH M.Hum pada Senin 26 April 2021 sebagai Bupati dan Wakil Bupati Malinau periode 2021-2024. Keduanya terpilih setelah mengalahkan pasangan Martin Labo dengan Datu Nasir dan pasangan Jhony LI dengan Muhrim pada Pilkada 2020 lalu.

Diterangkan Wempi, sebagai salah satu daerah di Kaltara yang masuk wilayah perbatasan ia akan menjadiakn Malnau sebagai serambi terdepan Kaltara. Oleh sebab itu Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi pasti sangat paham, pasti sangat mengerti apa yang menjadi prioritas bagi masyarakat perbatasan dan pedalaman.

“Kami percaya akan membangun komunikasi dengan Gubernur, Wagub untuk membangun Malinau. Karena tidak mungkin Malinau dapat membangun sendiri daerah perbatasan dan pedalamannya. Pasti seirama dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi. Karena perbatasan adalah Indonesia dan Indonesia adalah perbatasan,” tambahnya.

Baca Juga :  Pendidikan dan Keluarga Jadi Solusi Jitu Jauhkan Anak dari Minol

Dia menambahkan, dengan peniadaan SOA di Malinau maka untuk mencukupi kebutuhan masyarakat perbatasan dirinya akan melihat regulasinya. Jika memungkinkan akan diprioritaskan melalui anggaran yang ada.

“Itu tergantung dari regulasi dan itu juga tergantung dengan situasi dan kondisi keuangan kita saat ini, mana yang menjadi skala prioritas,” pungkasnya.

Jauh sebelum Bupati Nunukan dan Malinau, Gubernur Kaltara juga melantik Bupati Kabupaten Bulungan Tana Tidung pada 26 Februari 2021 lalu di Aula Gedung Gabungan Dinas (Gadis), Sekretariat Pemprov Kaltara, di Tanjung Selor, Bulungan. Kedua kepala daerah tersebut yakni Syarwani-Ingkong Ala Bupati dan Wakil Bupati Bulungan, Ibrahim Ali-Hendrik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Ditemui sejumlah wartawan usai Pelantikan, Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, di awal-awal tugasnya sebagai bupati bersama wakil bupati akan melakukan sinergisitas bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menjalankan visi misi pembangunan di Bulungan yang telah diprogramkan.

“Saya bersama pak Wabup (Ingkong Ala) akan menggelar rapat bersama OPD untuk lakukan sinergi pembangunan di Bulungan tahun anggaran 2021 yang disesuaikan dengan visi misi kepala daerah,” ungkapnya.

Terkait penanganan Covid-19 di Kabupaten Bulungan, pihaknya bersama jajaran Pemkab Bulungan akan melihat perkembangan penanganannya. Apalagi Kabupaten Bulungan sebagai ibukota Provinsi Kaltara perlu perhatian khusus. Di antaranya upaya pencegahan, pembatasan aktivitas masyarakat.

“Bisa saja upaya pembatasan kegiatan masyarakat dan peningkatan kualitas penanganan Covid-19 dilakukan, terutama soal penerapan protokoler kesehatan di masyarakat. Terutama pada pintu masuk ke wilayah Bulungan, khususnya melalui jalur sungai atau laut dan ini akan kita koordinasikan bersama Satgas penanganan Covid-19,” kata Politisi Partai Golkar ini.

Ditegaskannya, strategi penanganan juga akan dilakukan di tiap instansi pemerintahan di lingkup Pemkab Bulungan. “Kita sudah punya lembaga yang menangani itu, apalagi sudah didukung oleh sumber daya yang mumpuni,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan wakil bupati Bulungan, Ingkong Ala. Ia menegaskan, pihaknya akan meninjau ulang penggunaan APBD 2021 yang telah disusun meski telah disetujui yang disesuaikan dengan visi misi bupati-wakil bupati periode 2021-2024.

Baca Juga :  Masih Banyak Tempat Usaha yang Belum Patuh Perizinan Minol

“Akan kita tinjau kembali meski telah disetujui, apakah sudah sesuai dengan visi-misi kepala daerah. Sebenarnya tidak berbeda jauh dengan visi-misi di pemerintahan sebelumnya. Selain itu Refocussing (realokasi) anggaran untuk penanganan Covid-19 akan dilakukan dalam waktu dekat terutama prioritasnya untuk kesehatan dan pemulihan ekonomi,” pungkas politisi Hanura ini.

Terpisah, Bupati Kabupaten Tana Tidung Ibrahim Ali yak hanya akan berfokus kepada penanganan pandemik covid19, bupati baru Kabupaten Tanah Tidung (KTT) juga akan berusaha dalam menjalankan program kerja 100 hari lainnya, khususnya yang ada dalam janji politik.

Ibrahim Ali mengatakan, ada beberapa program kerja yang akan dijalankannya yang memang dianggap urgensi bagi masyarakat KTT, salah satunya ialah program KTT sehat dengan memberikan vitamin kepada anak-anak.

“Vitamin ini memang dibutuhkan untuk menjaga imun tubuh anak, makanya dalam penanganan covid19 di KTT, ink perlu kita lakukan, lalu membagikan masker kepada masyarakat,” kata Bupati KTT.

Tak hanya itu saja, Ibrahim juga mengaku akan ada program lainnya yang segera mungkin akan diprogreskannya, yaitu program KTT pintar. Menurut Ibrahim program ini akan dikhususkan dalam bidang pendidikan yakni dengan memberikan tambahan beasiswa pelajar dan mahasiswa KTT, memberikan guru laptop sebagai media mengajar dan memberikan sekolah penambahan perlengkapan untuk kebutuhan siswa.

“Sebelumnya beasiswa kita itu sekitar Rp240 juta yang disalurkan dan saya meminta jumlah itu untuk bisa dinaikan menjadi Rp. 1 Miliar agar generasi kita semangat untuk belajar. Lalu kita juga akan memberikan seragam sekolah dan buku secara gratis, untuk membantu orang tua siswa yang memang mengalami kesulitan ekonomi,” imbuhnya.

Sedangkan untuk masyarakat pelosok Ibrahim mengaku akan mengupayakan untuk melakukan perluasan jaringan air dan listrik, mengingat masih banyak desa di KTT yang mengalami krisis air dan listrik.

“Desa Seputuk dan Belayan Ari, itu kita usahakan sesegera mungkin untuk menambah jaringan listriknya. Karena desa itu lah yang kondisinya memang sangat butuh penambahan jaringan listrik dan ini akan kita lakukan dalam 100 hari ke depan, sesuai dengan janji politik kita,” tutupnya. (mul/osa/ram/kik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed