TARAKAN – Kepala Kantor Kemenag RI Tarakan, H. Shaberah mengatakan tetap memprioritaskan Calon Jemaah Haji (CJH) tahun 2020 untuk diberangkatkan ke tanah suci jika pandemi Covid-19 tak menghambat di tahun depan.
“Karena ada jemaah kita itu dua sudah meninggal dunia, otomatis digantikan oleh keluarganya. Mudah-mudahan sampai tahun depan tidak ada lagi yang meninggal,” ujar Kepala Kantor Kemenag RI Tarakan, H. Shaberah
Kota Tarakan sendiri mendapat kuota haji sebanyak 152 jemaah termasuk cadangan.
“Pesawat itu kan setiap keberangkatannya nanti pada akhirnya nanti ada yang kosong. Dari 450 itu mungkin ada berapa ratus, itu nanti yang cadangan itu yang cepat dimajukan dipanggil, tapi nanti berkumpulnya di Jakarta dan termasuk lansia itu kita dapat jatah 2 kalau tidak salah,” tandasnya.
Ditundanya keberangkatan haji selama dua tahun berturut-turut ini, Kemenag juga mengimbau agar masyarakat tak mudah percaya terhadap hoaks terakit dana haji yang diselewengkan.
“Jangan terpancing oleh berita-berita hoaks bahwa dana haji itu dipakai dan seterusnya itu tidak benar, dan itu ada pertanyaan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Karena keuangan haji itu (diatur) oleh badan tertentu, bukan oleh Kementerian Agama lagi,” tukasnya.(*)
Reporter: Yogi Wibawa
Editor: Ramli







