NUNUKAN – Setelah resmi dilantik menjadi Bupati Nunukan oleh Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang SH M.Hum di Tanjung Selor, Rabu 2 Juni 2021 lalu, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid dan Wakil Bupati H. Hanafiah langsung bekerja. Keduanya pun melakukan pidato pertamanya di Sidang Paripurna DPRD Nunukan, Jumat (4/6/2021) pagi.
Sidang Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Nunukan Hj. Leppa tersebut mengapresiasi pembangunan yang telah dilakukan pasangan Laura-Faridil pada periode pertamanya, dan beharap pada periode keduanya dapat berkomitmen untuk kembali melanjutkan pembangunan yang masih tertunda.

Dalam pidatonya, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid yang didampingi wakilnya, H. Hanafiah menyampaikan, pemilihan kepala daerah sudah selesai. Yang sebelumnya beragam pilihan, sekarang harus seragam dalam satu tujuan, dan menciptakan kedamaian untuk menjalankan amanah yang diberikan oleh rakyat.
“Jabatan Bupati Nunukan yang saya emban ini merupakan kepercayaan kedua yang diberikan oleh masyarakat. Sementara bagi wakil saya, H. hanafiah, mendapat kesempatan keduanya untuk memberikan pengabdian dan dharma bhaktinya kepada masyarakat, setelah beliau memasuki masa pensiun sebagai seorang aparatur sipil negara,” kata Laura.
Dikatakan Laura, dirinya sangat menyadari, tugas yang diemban tidaklah ringan. Tantangan dan berbagai persoalan berat begitu nyata terhampar di depan mata. Semuanya membutuhkan dukungan dan kerja keras untuk menyelesaikannya. Tidak sesuainya anggaran dengan program, serta perekonomian global yang secara otomatis berimbas pada perekonomian nasional dan daerah, akibat dampak multidimensi dari penyebaran wabah Covid-19 adalah realita yang tidak bisa pungkiri.

Hingga saat ini belum ada yang berani meramalkan kapan pandemi akan berakhir. Itu artinya, harus mampu bertahan menghadapi situasi yang serba tidak pasti ini. Sebagai pemimpin, ia mendengar keluhan para penjual sayur di pasar-pasar yang mengaku omzet penjualannya menurun.
“Kami mengerti sarjana yang baru lulus kuliah dalam mencari pekerjaan, dan dia juga sangat mengerti kesulitan para ibu rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Semua persoalan itu begitu jelas tergambar di mata, hati, dan pikiran. Kenyataan ini sungguh membuat nurani dan kemanusiaan tersentuh,” terang Laura.
“Namun sebagi pemimpin tidak boleh ikut larut, harus bergerak cepat bekerja keras dan menyelesaikan setahap demi setahap setiap persoalan di masyarakat,” imbuhnya. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: M. Yanudin







