oleh

Bupati Malinau Ajak Masyarakat Bangga dan Miliki Batik khas Malinau

Malinau – Bupati Malinau Wempi W Mawa,.SE, resmi membuka kegiatan Pengukuhan Pengurus Kerja PAUD dan Pengukuhan Pengurus Dekranasda Kabupaten Malinau periode 2021-2026 serta kegiatan pelatihan membatik. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang Tebengang kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau (03/06/2021).

Wempi menyampaikan sejumlah pesan kepada semua pihak, agar bangga dan harus memiliki pakaian atau kain yang bermotif batil khas Malinau.

Menurut Wempi saat ini, batik khas Malinau sudah banyak digemari oleh masyarakat luar Malinau, sehingga ia pun ingin masyarakat Malinau juga bangga dengan memiliki pakaian yang bermotif batik Malinau.

“Batik kita ini sudah diperkenalkan kepada bapak Presiden dan juga telah diperkenalkan secara luar ke seluruh wilayah provinsi Kalimantan Utara oleh pak gubernur dan pak wakil gubernur. Tentu kita harus bangga, masa orang luar kerja pakai batik khas Malinau sedangkan kita yang di Malinau tidak menggunakannya,” pesan Wempi.

Tak hanya itu saja, Wempi juga menyampaikan impiannya mengenai kelestarian batik Malinau yang saat ini sudah menjadi primadona tersendiri bagi wilayah Malinau.

Wempi ingin, setiap pihak yang ada di Malinau dapat mendukung para pelaku usaha batik Malinau dengan menggunakan pakaian bermotif batik Malinau.

“Buat apa kita membeli produk luar sedangkan kita punya produk asli daerah kita. Maka dari itu jika belum punya, maka beli sekarang,” ujarnya.

“Kita beli tidak sekedar sebagai pakaian atau hiasan, tapi kita perkenalkan ke khalayak kalau ini produk kita, produk Malinau dan dengan membeli dan memperkenalkan kita juga membantu para pelaku usaha dan membantu roda ekonomi Malinau dalam hal penjualan produk daerah,” imbuhnya.

Dalam kegiatan ini, Wempi juga ikut langsung dalam kegiatan pelatihan membatik bersama para pembatik Malinau. Saat membatik Wempi sempat mencoba teknik membatik cap dan tekni membatik ukir, untuk teknik membatik ukir, Wempi mengaku kesulitan meski sudah ada pola batik yang tersedia pada kain batik.

“Ternyata teknik membatik ini sangat susah, padahal sudah ada polanya tapi saya tetap kesulitan dan tentu kita harus bangga kepada para pembatik Malinau yang mampu melakukannya. Semoga dengan adanya kegiatan ini semakin banyak minat anak muda kita dalam bidang membatik, agar tekni membatik khas Malinau ini dapat bertahan terus-menerus,” tutupnya.(*)

Reporter: Osarade
Editor: Ramli

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *